Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Anggota Keluarga Eggy yang Mobilnya Diamuk Sopir Angkot

Ken bercerita ketika mobil pribadi yang ditumpangi suami dan anggota keluarganya diamuk sejumlah sopir angkot hingga rusak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ketika sejumlah orang berteriak kasar, menggoncang dan merusak mobil yang ditumpanginya, Ken (25) lekat memeluk Kaisya, anaknya yang berusia satu tahun.

Tak pernah terbersit oleh Ken, mobil Toyota Avanza nomor polisi D 1167 UF yang dikemudikan suaminya, Eggy Muhammad (29), dikira sejumlah sopir angkot sebagai Uber.

Dari rumah mereka di Kompleks Margahayu Kencana, Kabupaten Bandung, Eggy melajukan mobilnya hendak menjemput anggota keluarga lain di Kabupaten Purwakarta.

Baca: Mobil Pribadi Dirusak Sejumlah Sopir Angkot, Eggy: Saya dan Keluarga Trauma

Baca: Polisi Masih Memburu Sekira Lima Orang Perusak Mobil Pribadi

Baca: Seorang Sopir Angkot Perusak Mobil Pribadi di Bandung Menyesal

Rekomendasi Untuk Anda

Sampai di persimpangan Jalan BKR-Jalan Sriwijaya tepatnya di depan kantor asuransi ABDA, mobil Eggy melaju beriringan dengan sejumlah angkot yang hendak berunjukrasa di depan Gedung Sate, Kamis (10/3/2017).

Sejumlah sopir angkot sempat memperhatikan mobil silver yang dikemudikan Eggy. Spontan sejumlah orang turun dari angkot dan menghentikan laju mobil.

Mobil Toyota Avanza nomor polisi D 1167 UF yang dikemudikan Eggy Muhammad (29), dikira massa diduga sopir angkot sebagai mobil taksi berbasis aplikasi atau daring, Rabu (9/3/2017). ISTIMEWA
Mobil Toyota Avanza nomor polisi D 1167 UF yang dikemudikan Eggy Muhammad (29), dikira massa diduga sopir angkot sebagai mobil taksi berbasis aplikasi atau daring, Rabu (9/3/2017). ISTIMEWA (Istimewa)

"Maneh Uber?' teriak para sopir angkot tersebut.

Tiba-tiba Eggy kaget dari arah belakang seseorang memukul mobilnya. Di antara para sopir angkot ada yang berteriak mobil yang Eggy bawa sebagai taksi online.  

Seluruh anggota keluarga Eggy di dalam kabin panik. Istri, ibu, dan kakaknya berteriak meminta orang-orang berhenti merusak mobilnya.

"Bukan online, bukan online," Ken menyeru dari dalam mobil, berharap para sopir angkot berhenti mengguncang dan merusak mobilnya.

Orang-orang tersebut kalap, terlanjut emosi sambil merusak mobil. Eggy yang berada di balik kemudi sempat mendapat bogem dari seseorang di antara sopir angkot.

Di tengah kengerian itu, ada yang mencoba mengambil kunci mobil, tapi Eggy mampu menahannya meski ia sempat didorong untuk keluar mobil.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas