Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Leledakan Drum Bekas, Wajah Sony Alami Luka Bakar dan Tangan Patah

Saat mesin las dinyalakan dan drum dipotong tiba-tiba terdengar suara ledakan di area kerja Sony.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Leledakan Drum Bekas, Wajah Sony Alami Luka Bakar dan Tangan Patah
Tribun Bali/I Dewa Made Satya Parama
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Sony hanya terbaring lemas di IGD RSUP Sanglah, Jumat (10/3/2017) siang.

Jarum infus masih menancap di tangan dan tubuhnya masih terpasang alat bantu pernafasan, sementara di tangan sebelah kanan korban juga dipasang alat penyanggah.

Pekerja lepas asal Banyuwangi, Jawa Timur ini dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban sebuah ledakan drum bekas di Jalan Drupadi, Renon, Denpasar.

Tetangga korban, Yanto mengatakan, saat itu sekitar pukul 12.48 Wita, korban berniat memotong sebuah drum bekas di gudang besi tempatnya bekerja.

Drum yang rencananya akan dijual kembali tersebut dalam keadaan tertutup.

Saat mesin las dinyalakan dan drum dipotong tiba-tiba terdengar suara ledakan di area kerja Sony.

"Saya kaget dengan bunyinya dan langsung menuju ke arah korban. Bahkan banyak yang tak berani mendekat karena ada api yang menyembur meski tidak besar," ungkap Yanto kepada Tribun Bali, Jumat (10/3) di ruang tunggu IGD RSUP Sanglah.

Rekomendasi Untuk Anda

Korban yang terkapar lantas ditolong Yanto dan langsung membawanya ke IGD RSUP Sanglah menggunakan mobil pick up milik tempat Yanto bekerja.

Korban tiba di RSUP Sanglah sekitar 13.10 Wita dengan luka yang cukup serius.

"Langsung saya membawanya ke RSUP Sanglah. Ya, karena lukanya yang saya lihat cukup parah," lanjutnya.

Ledakan drum tersebut, lanjut Yanto mengakibatkan muka korban mengalami luka bakar ringan.

Selain itu tangan korban juga mengalami patah tulang di sekitar pergelangan dan lengan korban.

Tak hanya itu, perut bagian kanan korban juga mengalami luka robek yang cukup dalam.

"Ada luka bakarnya, namun tidak cukup parah. Hanya tangannya yang parah karena patah dan perutnya robek cukup dalam meski tak lebar," tutur Yanto.

Pantauan Tribun Bali, keluarga korban mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim dokter RSUP Sanglah namun, hingga pukul 16.38 belum dilakukan operasi karena masih menunggu ruangan yang kosong.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas