Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ingat Pernikahan Pemuda dengan Nenek 82 Tahun di Minahasa Utara? Ini Kabar Terbaru Mereka

Akun Facebook Revol Stenly Tumbel membagikan kabar terbaru sekaligus mengejutkan dari pasangan fenomenal itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Ingat Pernikahan Pemuda dengan Nenek 82 Tahun di Minahasa Utara? Ini Kabar Terbaru Mereka
FACEBOOK
Pernikahan beda generasi antara Sofian Loho Dandel (28), warga Pulau Mantehage, Minahasa Utara, dan Martha Potu yang telah berusia 82 tahun. 

Kisah Cinta Terpaut 54 Tahun

Seperti dikutip dari Kompas.com, Sofian Loho Dandel (28), warga Pulau Mantehage, Minahasa Utara, tak menyangka jodohnya adalah Martha Potu yang telah berusia 82 tahun.

Walau terpaut 54 tahun, cinta mampu menepis jurang perbedaan usia mereka.

Sofian pemuda berusia 28 tahun memperlihatkan foto pemberkatan nikahnya dengan Martha, nenek yang berusia 82 tahun di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Sofian pemuda berusia 28 tahun memperlihatkan foto pemberkatan nikahnya dengan Martha, nenek yang berusia 82 tahun di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Kompas.com/Ronny Adolof Buol ()

Saat ditemui Kompas.com di rumah Martha, Desa Lelema Jaga 4, Kecamatan Tumpaan, Minahasa Selatan, Senin (20/2/2017), dua orang yang baru saja melangsungkan pemberkatan nikah pada Sabtu (18/2/2017) ini tak segan menunjukkan kemesraan mereka.

Sofian merangkul pundak Martha saat melayani sesi wawancara.

Dia kemudian menuturkan awal mula dia menemukan tambatan hatinya.

"Setahun lalu ada telepon masuk ke ponsel saya. Tidak tahu siapa, saya angkat dan kami berkenalan. Mulai dari situ kami terus berkomunikasi," cerita Sofian.

Rekomendasi Untuk Anda

Komunikasi yang intens membuat Sofian yang saat itu bekerja di sebuah bengkel di Kotamobagu merasa menemukan cintanya.

"Saya belum pernah pacaran sebelumnya. Saya merasa jatuh cinta," kata Sofian.

Tak tahan dengan perasaan cintanya, Sofian pun kemudian nekat mendatangi Martha di Lelama, yang jaraknya cukup jauh.

Saat pertama bertemu secara fisik dengan Martha, Sofian terkejut.

"Saya tidak tahu kalau Martha sudah setua ini. Namun, kami merasa benar-benar jatuh cinta, dan sepakat melanjutkan hubungan ini," tutur Sofian.

Merasa sudah cocok satu sama lain, kedua insan yang dimabuk cinta ini lalu berencana meresmikan hubungan mereka.

Banyak pihak yang menentang rencana itu, terutama keluarga Martha.

Namun, tekad mereka sudah bulat, harus menikah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas