Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wagub Deddy Mizwar Minta Warga Bersabar Banjir Genangi Jl Bandung - Garut

Masyarakat tampaknya masih harus tetap bersabar sampai dua tahun lagi untuk menghadapi banjir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Wagub Deddy Mizwar Minta Warga Bersabar Banjir Genangi Jl Bandung - Garut
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci
Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Selasa (7/3/2017). TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -  Masyarakat tampaknya masih harus tetap bersabar sampai dua tahun lagi untuk menghadapi banjir yang kerap menggenangi Jalan Raya Rancaekek.

Sebab, proyek penanggulangan banjir yang sering merendam jalan penghubung antara Bandung dan Garut tersebut, diperkirakan baru selesai pada akhir 2018.

Hal tersebut diucapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar setelah menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (20/3). Deddy mengatakan dirinya hanya bicara secara realistis setelah mengetahui rencana kerja proyek penanggulangan banjir tersebut membutuhkan waktu dua tahun.

"Pengerjaannya baru dimulai BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum akhir tahun lalu. Kenapa baru dimulai, karena anggarannya baru ada, dan itu bentuknya pinjaman sekitar Rp 500 miliar. Baru cair. Sama seperti proyek Cieunteung," kata Deddy Mizwar.

Proyek tersebut, katanya, adalah normalisasi Sungai Cikeruh, Cimande, dan Cikijing. Tidak hanya normalisasi, dilakukan juga pembuatan tanggul.

Selain penanganan sungai, menurut Deddy, dibutuhkan juga peningkatan ketinggian jalan penghubung Bandung dan Garut tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tahun ini kemungkinan masih ada banjir, kita tidak boleh bohongi masyarakat. Kalau diminta bulan depan sudah tidak banjir, tidak bisa juga. Tidak bisa dipercepat, karena ini harus menyeluruh, ada masterplannya. Yang penting kita kawal terus dan dorong supaya tidak banjir lagi," menurut Deddy.

PT Kahatex, ucapnya, telah membongkar bangunan yang didirikan di kawasan sungai. Bangunan tersebut, katanya, harus dibongkar, baik karena menyebabkan banjir ataupun tidak.

Pihaknya telah meminta Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat untuk mengawasi pembongkaran tersebut.

Sementara ini, katanya, penanganan banjir di jalan raya ini masih dilakukan sementara menggunakan mesin pompa. Rehabilitasi drainase di sekitar jalan tersebut pun, katanya, akan percuma jika proyek normalisasi ketiga sungainya belum selesai.

Di sisi lain, katanya, banjir di Rancaekek ini kembali menekankan pentingnya Jalan Tol Cileunyi-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis.

Bukan hanya karena masalah banjirnya saja, jalan tol dibutuhkan untuk mengimbangi peningkatan keramaian lalu lintas akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas