Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Ketua DPRD Tanggamus Akui Terima Uang Perjalanan Dinas dari Orang Suruhan Bupati

Wakil Ketua DPRD Tanggamus dari fraksi Partai Amanat Nasional Rusli Soheh bersaksi di sidang kasus gratifikasi Bupati nonaktif Tanggamus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wakil Ketua DPRD Tanggamus Akui Terima Uang Perjalanan Dinas dari Orang Suruhan Bupati
Tribun Lampung/Wakos Reza Gautama
Bupati nonaktif Tanggamus Bambang Kurniawan (tengah) menjalani sidang perdana perkara gratifikasi terkait pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2016 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Lampung, Senin (13/3/2017). TRIBUN LAMPUNG/WAKOS REZA GAUTAMA 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Wakil Ketua DPRD Tanggamus dari fraksi Partai Amanat Nasional Rusli Soheh dan anggota badan anggaran dari PDIP Syafii bersaksi di sidang kasus gratifikasi Bupati nonaktif Tanggamus, Bambang Kurniawan.

Menurut Rusli, persoalan efisiensi anggaran baru mengemuka pada saat pembahasan RAPBD 2016.

Rusli mengatakan, terjadi defisit sebesar Rp 52 miliar. Adanya defisit ini membuat beberapa anggota banggar memberikan pendapat sebagai solusi.

Salah satunya adalah Nuzul Irsan.

Rusli mengutarakan, Nuzul mengusulkan agar anggaran di dinas-dinas besar seperti Dinas Pekerjaan Umum langsung dikurangi miliaran rupiah.

Anggota banggar lainnya Nursyahbana juga ikut urun rembug memberikan solusi.

Rekomendasi Untuk Anda

Rusli mengatakan, Nursyahbana mengusulkan agar anggaran semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dipotong 30 persen.

Setelah melalui pembahasan alot, akhirnya disepakati efisiensi 3,5 persen di tiap SKPD dan peminjaman pihak ketiga.

Rusli mengatakan, banggar menyerahkan kepada eksekutif untuk menata efisiensi 3,5 persen. Akhirnya SKPD mampu melakukan efisiensi Rp 1,8 miliar.

Hakim ketua Minanoer Rachman lalu mengonfirmasi apakah efisiensi Rp 1,8 miliar itu digunakan untuk keperluan DPRD.

Baca: Gempa 6,4 SR di Bali Terasa hingga ke Lombok

Rusli tidak menampiknya. Ia mengatakan, memang ada penambahan anggaran di pos anggaran DPRD seperti untuk Ikatan Istri Anggota DPRD yang mengalami kenaikan.

"Bukannya kalau efisiensi itu berarti tidak digunakan. Ini kenapa sudah diefisiensi malah digunakan untuk keperluan lain? Tanya Minanoer.

"Itu penataan," ujar Rusli.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas