Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Sakit Hati IS Nekat Tikam Suami Istri di Tenayan Raya

Pernyataan tersangka karena takdir korban tewas di tangannya, merupakan pernyataan yang keluar sesaat saja

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Rahmat
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Alasan Sakit Hati IS Nekat Tikam Suami Istri di Tenayan Raya
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Tersangka IS dihadirkan saat ekspose di halaman Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (24/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Terkuak alasan IS (25) melakukan penusukan suami istri pemilik toko harian di Jalan Sail, Tenayan Raya, Kamis (23/3/2017) kemarin karena sakit hati.

Demikian dibeberkan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto disela-sela ekspose tersangka dan barang bukti, Jum'at (24/3/2017) siang.

Menurut Bimo setelah dilakukan pemeriksaan tersangka mengakui bahwa melakukan penusukan murni karena sakit hati.

Menurut pengakuan tersangka, sebelum penusukan tersangka membeli rokok di toko milik korban dan menawar agar harga rokok yang diminta bisa dikurangi, namun korban menolaknya.

"Itu klimaks dari sakit hati tersangka. Sebelumnya tersangka juga mengaku bahwa secara tidak langsung korban menuduh menyebarkan baut yang menyebabkan ban sepeda motor korban kempis," terang Bimo Arianto.

Tersangka bekerja di toko perabot yang bangunannya persis disamping toko harian milik korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Baut-baut yang bertebaran di halaman toko menurut korban sengaja disebar.

"Karena beberapa kejadian itulah kemudian tersangka nekat melakukan penusukan," papar Bimo.

Pernyataan tersebut juga meluruskan alasan tersangka melakukan penusukan yang disampaikan pasca penangkapan.

Disampaikan Bimo Arianto, pernyataan tersangka karena takdir korban tewas di tangannya, merupakan pernyataan yang keluar sesaat saja.

"Artinya itu tidak bisa menjadi alibi melakukan penusukan. Hasil pemeriksaan murni karena sakit hati," ungkap Bimo Arianto.

Pernyataan Bimo Arianto senada dengan yang disampaikan tersangka IS.

Menurutnya ia memang memendam sakit hati pada korban, termasuk secara tidak langsung menuduh menebar baut yang menyebabkan ban sepeda motor korban kempis.

"Saya disebut menebar baut. Saya sudah katakan bahwa baut tersebut sudah dibersihkan. Tapi korban mengatakan ada yang sengaja melempar (menebar) baut," ujar IS.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas