Bripka Ilham Pemberi Harapan Zakaria, Bocah Penderita Hidrosefalus
Kekhawatiran Musa (42) dan Suwarni (35) sedikit berkurang karena dokter akan mengobati hidrosepalus yang diidap putranya, Zakaria (6).
Penulis:
Budi Rahmat
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Kekhawatiran Musa (42) dan Suwarni (35) sedikit berkurang karena dokter akan mengobati hidrosefalus yang diidap putranya, Zakaria (6).
Sedak lima tahun belakangan Zakaria hanya bisa terbaring di rumahnya di Jalan Adi Sucipto, Gang BRI, RT 03 RW 03, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.
Dalam waktu dekat penyakit Zakaria akan ditangani tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Raut muka suami istri ini sedikit lebih tenang karena Zakaria bakal diobati setelah bertemu personel Bhabinkamtibmas Sidomulyo Timur, Bripka Ilham Nur.
Berkat bantuan Bripka Ilham yang mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan ke pihak terkait, Zakaria dapat menjalani penyembuhan di rumah sakit.
Tak hanya memastikan penanganan medis bagi Zakaria, personel Bhabinkamtibmas ini juga memastikan pembayaran untuk biaya selama perawatan.
Zakaria merupakan putra bungsu pasangan suami istri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh dan ibu rumah tangga lewat Jaminan Kesehatan Daerah.
Bripka Ilham sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pekanbaru dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat Mulya Bertuah untuk kemudian mengajak mereka menjenguk Zakaria.
Hasil kunjungan tersebut Bripka Ilham kemudian mengurus surat Jamkesda untuk jaminan biaya perawatan Zakaria selama di rumah sakit.
"Alhamdulillah saat ini Zakaria mendapat perawatan yang lebih layak dan setidaknya memiliki harapan untuk kesembuhannya," ujar Bripka Ilham pada Selasa (4/4/2017).
Bripka Ilham menceritakan kembali bagaimana ia menemukan Zakaria pada Jumat (31/3/2017) lalu. Pertemuan keduanya berawal dari rutinitasnya mengunjungi warga kurang mampu di Sidomulyo Timur.
Kegiatan sambang rumah warga sekaligus patroli rutin tersebut dijalani Bripka Ilham setiap Jumat. Sampailah ia di rumah Musa dan Suwarni.
Rumah berdinding bata yang belum disemen itu tampak seperti biasa saja. Di dalam dinding rumah tersebut ada Zakaria yang lima tahun lamanya terbaring di kasur karena mengidap hidrosefalus.
Terkaget Bripa lham melihat kondisi Zakaria dengan kondisi kepala membesar dan tak normal untuk ukuran tubuhnya.
Baca tanpa iklan