Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ular Makan Manusia di Sulawesi, di Kalimantan Heboh Kemunculan Sepasang Naga

Sepasang naga itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ular Makan Manusia di Sulawesi, di Kalimantan Heboh Kemunculan Sepasang Naga
Facebook
Ular raksasa yang ditemukan di Pulau Kalimantan 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah kasus ular piton di Sulawesi yang menelan Akbar, dunia semakin memiliki perhatian besar terhadap ular-ular raksasa.

Kasus ular piton di Sulawesi Barat itu memang mengagetkan dan menjadi trending topic di dunia.

Sebab, sangat jarang ular piton menelan manusia, hingga kasus di Sulawesi itu ditulis beberapa media dunia.

Publik kemudian kembali memperbincangkan ular-ular raksasa dan kasus-kasus lama kembali dimunculkan.

Berbicara mengenai ular raksasa, Indonesia pada tahun 2010 silam pernah dikejutkan dengan kabar munculnya sepasang ular raksasa di bumi Kalimantan atau tepatnya di Sungai Mahakam.

Baca: Menikmati Pesona Pulau yang Konon Terbelah Dua Setelah Tertimpa Ular Raksasa

Dikutip dari arsip kompas.com, masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, pernah digemparkan dengan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter.

Rekomendasi Untuk Anda

Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq.

Baca: Beraksi di Pasar, Ular Piton Sasar Ayam Pedagang

Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban.

"Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas