Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Soal Pisau Warisan Orangtua Saat Puting Beliung Menerjang Perkampungan di Bogor

"Saya ambil pisau warisan dari orangtua, engga tau kenapa itu angin yang bergulung hitam itu seperti terbelah saat saya tancepin pisau,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Cerita Soal Pisau Warisan Orangtua Saat Puting Beliung Menerjang Perkampungan di Bogor
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Rumah warga di Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor hancur diterjang angin puting beliung, Rabu (19/4/2017) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Pisau warisan orangtua ditancap depan rumah, angin puting beliung di Kampung BKS, RT 2 RW 4, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor langsung seperti ini.

Pisau itu merupakan warisan yang diberikan pada Armat.

Lelaki berusia 54 tahun tersebut menjadi korban angin puting beliung, Rabu (19/4/2017).

Armat yang bekerja sebagai petani itu mengisahkan kejadian saat angin puting beliung itu datang.

"Saya lagi istirahat di rumah sama istri, kebetulan baru pulang dari kebun," katanya.

Niat meregangkan tubuh, lelaki berkumis tebal itu melihat cuaca tiba-tiba saja berubah.

Rekomendasi Untuk Anda

Malah, awan hitam berkumpul hanya dalam hitungan detik.

Perubahaan itu dibarengi dengan petir menggelegar.

Bahkan pohon durian di samping rumahnya sampai tersambar.

"Paling bedanya lima menit setelah petir menyambar pohon langsung angin kencang datang," katanya.

Melihat kondisi seperti itu, Armat menyuruh sang istri untuk keluar rumah.

Dia khawatir atap yang sudah rapuh itu menimpa istrinya.

Kakek tiga cucu itu sempat kesulitan saat hendak menyelamatkan diri.

Kencangnya hembusan angin membuat tubuhnya beberapa kali terpental.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas