Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putra Mantan Dandim Klaten Juga Jadi Korban Aksi Brutal Konvoi Pelajar

Aksi penyerangan yang dilakukan gerombolan pelajar yang berkonvoi Selasa (2/5/2017) siang menyisakan trauma bagi siswa yang menjadi korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Putra Mantan Dandim Klaten Juga Jadi Korban Aksi Brutal Konvoi Pelajar
Tribun Jogja/Angga Purnama
Petugas mendata pelajar SMA/SMK yang terlibat konvoi dan aksi perusakan di halaman Mapolres Klaten, Selasa (2/5/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Aksi penyerangan yang dilakukan gerombolan pelajar yang berkonvoi Selasa (2/5/2017) siang menyisakan trauma bagi siswa yang menjadi korban.

Tak terkecuali bagi Damadika Kevin, siswa Kelas XI SMAN 1 Klaten.

Putra mantan Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Thomas Heru Rinawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pembinaan Mental Kodam XIII/Merdeka itu turut menjadi korban aksi brutal gerombolan remaja itu.

Meski tidak mengalami luka parah, ia sempat menyaksikan serangan yang membabibuta.

"Serangan terjadi tiba-tiba. Saya dan teman-teman sedang jajan di seberang sekolah," ungkapnya ditemui saat jam istirahat, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya saat itu ada sekitar 50 orang yang berkonvoi dengan sepeda motor di Jalan Merbabu, Selasa siang.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak disangka gerombolan yang sebagian mengenakan seragam putih abu-abu itu mendekat perlahan dan tiba-tiba menyerang dengan senjata tajam.

Karena kaget, belasan siswa SMAN 1 Klaten yang sedang berkumpul itu berusaha lari menyelamatkan diri. Kevin sendiri berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah Makodim Klaten.

Namun belum sempat berlari jauh, tiba-tiba dia dihantam helm hingga jatuh tersungkur.

"Saat itu saya berusaha menuju Makodim lalu tiba-tiba ada yang memukul pakai helm," ujarnya.

Kevin mengaku tidak menyangka adanya serangan yang dilakukan gerombolan dengan menggunakan kendaraan berplat AB itu.

Hal ini lantaran konvoi dilakukan bertepatan dengan pengumuman kelulusan UN SMA/SMK.

"Saya dan teman-teman mengira ada konvoi biasa, karena ada pengumuman kelulusan. Tapi ternyata mereka bawa senjata tajam," kata dia.

Kejadian tersebut terjadi sangat singkat dan pelaku melarikan diri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas