Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tiap Kali Main PSK Dapat Segini, tapi Harus Setor Rp 25 Ribu ke Pemilik Pemilik Rumah

Pemilik rumah hanya bayar kontrak lahan di lokalisasi itu hanya Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per tahun dan setor Rp 600 ribu per bulan

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tiap Kali Main PSK Dapat Segini, tapi Harus Setor Rp 25 Ribu ke Pemilik Pemilik Rumah
Tribun Bali/ I Wayan Erwin Widyaswara
Ilustrasi Lokalisasi digusur 

Laporan Wartawan Tribun Bali  I Wayan Erwin Widyaswara

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Salah-satu pemilik bisnis prostitusi di lokalisasi Padang Galak Denpasar, Bali, berinisial Mik, menuturkan bahwa selama membuka bisnis mesum sejak tahun 1997 dia mengaku mendapat duit per hari rata-rata Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.

Sebelum digusur beberapa hari lalu, Mik memiliki bangunan yang disewakan untuk ajang prostitusi di area lokalisasi di Padang Galak yang disebut Kompleks Jagung Satu.

Nama Kompleks Jagung Satu itu pemberian para penghuni setempat untuk membedakan antara satu blok bangunan prostitusi dengan blok lainnya. 

Bisnis ini dirasakan Mik sangat menguntungkannya.

Apalagi, kata perempuan 45 tahun asal Bondowoso (Jawa Timur) ini, per tahun dia cukup membayar kontrak lahan di lokalisasi itu hanya Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. 

"Iya kontraknya memang murah di sini. Cuma Rp3,5 juta selama setahun. Saya yang paling pertama buka di sini. Sejak 1997 saya di sini," kata Mik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pada umumnya para PSK di Kompleks Jagung Satu, kata dia, memasang tarif Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk sekali `masuk kamar` --istilah di kalangan PSK  untuk transaksi seks.

Mik dan para pemilik kamar sewaan lainnya hanya meminta Rp 25 ribu kepada PSK dalam sekali transaksi.

Ditanya mengapa bisnis esek-esek yang ia geluti di Padang Galak aman dari penertiban petugas yang berwenang Mik menyebut bahwa ia memberi ‘setoran` kepada petugas setiap bulan.

Setiap bulan, menurut Mik, ada oknum petugas yang datang untuk memungut setoran.

Di areal Kompleks Jagung, kata Mik, ada 24 rumah yang menyewakan kamar-kamar untuk digunakan sebagai tempat PSK melayani pelanggannya.

Setiap rumah, sebut Mik, membayar setoran ke petugas sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Dengan demikian, total duit yang mengalir dari para pemilik rumah prostitusi ke oknum petugas sekitar Rp 14 juta per bulan. 

"Ada setoran. Biasanya ada petugas yang datang ke sini untuk minta setoran. Per rumah setor Rp 600 ribu. Di sini ada 24 rumah, tinggal kalikan saja berapa totalnya," ungkap Mik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas