Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sadis, Hanya Gara-gara Ditegur, Bapak dan Anak di Kendal Ini Bacok-bacok Satu Keluarga

Hanya karena tidak terima ditegur, Bapak dan anak di Dukuh Tempel, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri tega membacok satu keluarga yang juga tetanggannya

Editor: Sugiyarto
zoom-in Sadis, Hanya Gara-gara Ditegur, Bapak dan Anak di Kendal Ini Bacok-bacok Satu Keluarga
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Kapolsek Weleri AKP Ujang Syamsudin menginterogasi kedua pelaku pembacokan satu keluarga di Polsek Weleri, Selasa (23/05/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Hanya karena tidak terima ditegur, Bapak dan anak di Dukuh Tempel, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri tega membacok satu keluarga yang juga tetangga pelaku.

Akibatnya, tiga korban harus dilarikan ke rumah sakit karena luka sabetan dari golok dan sabit yang diayunkan kedua pelaku.

Kapolsek Weleri AKP Ujang Syamsudin mengungkapkan, kasus penganiayaan satu keluarga tersebut dipicu masalah sepele.

Ujang menceritakan peristiwa yang terjadi Kamis (18/05/2017) lalu bermula saat pelaku yakni Yuni Arifin (19) menggeber-geber motor ketika melewati depan rumah korban.

Ketika itu pelaku diingatkan saksi yakni Subur yang berada di depan rumah Romadon agar jangan mengendarai motor ugal-ugalan karena banyak anak-anak.

Ucapan subur ditimpali korban yaitu Ramadon.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak terima ditegur, Yuni pun pulang dan mengadu pada bapaknya yakni Untung Sutejo (50).

Untung naik pitam mendengar aduan sang anak, buruh ini langsung mengambil sabit diikuti Yuni yang membawa golok.

Keduanya pun langsung menuju rumah Romadhon yang letak rumahnya berhadapan dengan pelaku.

Tanpa ba bi bu, Untung langsung mengayunkan sabit ke arah Romadhon namun ditepis oleh Tutik Handayani yang merupakan kakak kandung Romadhon.

Melihat anaknya yakni Tutik terkena bacokan, Muh Ali (54) berusaha mendekap pelaku.

"Kedua pelaku semakin brutal dan menyabet para korban mengenai perut, tangan dan kaki bahkan menantu Muh Ali, yakni Subiyo (35) yang ingin melerai terkena sabetan senjata tajam kedua pelaku," paparnya.

Warga yang mengetahui kejadian ini kemudian melerai dan membawa korban-korban ke RS Islam Weleri untuk mendapatkan perawatan serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Weleri.

"Sedangkan saksi, Subur sudah pergi usai menegur pelaku dan tidak tahu bila ucapannya berakhir perkelahian, " terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas