Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Panglima GAM Tewas Ditembak

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menembak mati dua tersangka bandar narkoba asal Aceh karena melawan saat akan ditangkap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mantan Panglima GAM Tewas Ditembak
Tribun Medan/Mustaqim
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu bersama dengan pejabat Polda lainnya di RS Bhayangkara Medan, Minggu (4/6/2017). TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM 

Untuk mengungkap kasus ini, petugas harus melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan.

"Dua bulan lebih kita selidiki, karena bandarnya yang di Medan pesan sabu ke Malaysia, begitu barang sampai di Pelabuhan Belawan dijemput oleh kaki tangan bandar," ungkap Edi, di Rumah Sakit Bhayangkara, Minggu (4/6/2017).

Penangkapan terhadap kaki tangan bandar tersebut terjadi ketika para pesuruhnya tengah melintas di kawasan Tol Tanjung Mulia.

"Begitu petugas menggeledah kendaraan tersangka, maka ditemukan sabu dan selanjutnya dilakukan pengembangan dan hasilnya tertangkap total empat orang pelaku," jelasnya.

Mereka yang tertangkap berinisial MSL, AJ, SF dan ZKL. Sedangkan bandar yang memesan narkoba ke Malaysia berinisial SS kini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Komitmen Kapolda
Rencana pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara dari Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel ke Irjen Pol Paulus Waterpauw tidak akan mengubah kebijakan Polda Sumut dalam memberantas narkoba.

Rycko mengatakan segala kebijakan yang telah ditetapkan di Polda tidak akan berubah. Hanya pemimpinnya saja yang bertukar, sehingga memerangi narkoba tetap menjadi priorotas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang pindah bukan kapolda, tapi saya Rycko. Jadi komitmen memerangi narkoba tetap berjalan dengan pejabat baru," kata Rycko usai paparan pengungkap kasus narkoba yang menewaskan dua bandar narkoba asal Aceh di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jalan Wahid Hasyim, Minggu (4/6/2017).

Komitmen itu tetap berjalan, sebab kepolisian ingin melindungi warga, melindungi peradaban dan ingin menjaga generasi bangsa Indonesia dari bahaya laten narkoba.

"Kita (polisi) tidak mau generasi rusak karena narkoba, lemah, bodoh dan tidak bisa melakukan pembangunan di masa datang. Jjadi kita sebagai generasi saat ini harus serius memerangi narkoba," tegasnya.(cr8)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas