Separuh Pengunjung Kafe Bibir di Denpasar Konsumsi Sabu-sabu
Dari 57 orang pengunjung Kafe Bibir yang dilakukan tes urine, ditemukan hasil 38 orang positif menggunaan narkotika.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Bali, Fauzan Al Jundi
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Hasil sweeping BNN Provinsi Bali di Kafe Bibir, Jalan Pura Demak Denpasar cukup mengejutkan petugas.
Dari 57 orang yang dilakukan tes urine, ditemukan hasil 38 orang positif menggunaan narkotika.
Hingga saat ini sudah 30 orang yang melapor terdiri dari 16 orang pria dan 14 orang perempuan. Sementara delapan orang lainnya belum melapor diri untuk menjalani assesmen oleh tim BNN Provinsi Bali, dan akan dipanggil paksa untuk rehabilitasi.
Dari informasi yang dihimpun, ditemukan data para pengguna tersebut berada di tingkatan usia produktif yaitu antara usia 25 sampai dengan 40 tahun.
Mereka juga memiliki pekerjaan yang mapan di masyarakat, berstatus mahasiswa perguruan tinggi, pekerja suatu instansi terkemuka bahkan pasangan suami istri.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa memaparkan tentang peredaran narkoba yang sudah memasuki segala kalangan di Bali.
Baca: 38 Orang di Kafe Bibir Positif Narkoba
"Hasil operasi di Kafe Bibir menunjukkan fakta yang perlu masyarakat ketahui, tim melakukan tes urine pada 57 orang yang ditemukan terjaring dua tempat, kami dapatkan hasil 38 orang positif. Berarti 65 persen dari mereka adalah pemakai, hal ini sungguh mencengangkan," ungkapnya.
Menurutnya, sebagai tempat wisata, Bali dianggap pasar yang sangat menguntungkan bagi peredaran narkoba, khususnya Denpasar.
Banyaknya tempat-tempat hiburan malam, maupun longgarnya pengawasan terhadap tempat kos-kosan, kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat.
Bahkan hasil penelitian UI dan BNN di tahun 2016 akhir, Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Bali menduduki peringkat ke-11 nasional.
"Pada kasus ini (sweeping Kafe Bibir), mereka sebelumnya menggunakan narkotika di tempat yang lain, untuk menghabiskan efek zat mereka mendatangi Kafe Bibir," tambahnya.
Pada saat operasi dilakukan, tim datang bersamaan dengan beberapa pengunjung yang masuk ke Kafe Bibir, melihat ada razia mereka bahkan tidak peduli dengan kehadiran petugas.
Setelah tes urine dan dinyatakan positif, mereka tetap memaksa masuk ke dalam kafe untuk menghabiskan malam.
Baca tanpa iklan