Teka-Teki Motif Asworo Membunuh Calon Istrinya: Antara Harta dan Malu
Pembunuh tunggal Wiwid yang tak lain calon suaminya, Azz Martinus alias Asworo, sudah mendekam di Polda Sumsel. Motif pelaku masih simpang siur.
Editor:
Y Gustaman
Mereka sempat menginap di salah satu hotel di Jalan Angkatan 45 Palembang. Di sini, mereka menginap semalam sebelum berangkat ke Yogyakarta.
Keesokan harinya, mereka baru berangkat menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Jalan yang mereka lalui bukan jalan kota melainkan melalui jalan yang dikenal dengan nama
Jalan Kebun Sayur atau saat ini bernama Jalan Noerdin Pandji.
Saat melintasi jalan tersebut Asworo merencanakan membunuh Wiwid. Saat di dalam mobil, Asworo menggunakan kunci roda untuk memukul kepala Wiwid tapi tak membuatnya tewas.
Korban yang sudah dalam keadaan kepala mengalami luka, sempat mengingatkan Asworo mengenai Romo yang tidak lain bapak angkat Asworo.
Asworo tetap saja menghabisi nyawa Wiwid menggunakan kunci roda hingga akhirnya merengang nyawa. Barulah Asworo membawa mayat Wiwid ke Sukarame dan membuang jasadnya di sana.
Dari sana Asworo sempat pulang ke mesnya untuk mencuci mobil karena banyaknya bekas darah Wiwid. Barulah ia kabur dan meninggalkan mobil yang mereka sewa.
Ia kabur ke Lampung dengan mengambil barang berharga milik Wiwid termasuk ATM yang digunakan Asworo untuk mengambil uang.
Pihak keluarga membenarkan selama berpacaran Asworo selalu meminta uang kepada Wiwid yang memiliki gaji lebih besar dari dirinya. SRIWIJAYA POST