Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yang Menghantui Asworo Selama Pelarian Usai Membunuh Calon IStri

Kemudian ia mencuci mobil sewaan itu untuk menghilangkan bercak darah yang membanjiri jok mobil.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Yang Menghantui Asworo Selama Pelarian Usai Membunuh Calon IStri
Tribun Sumsel/M Ardiansyah
Martinus Asworo alias Asworo ketika diamankan di Polda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017). TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG-Tidak ada rasa sesal dihati Asworo saat melakukan pembunuhan itu. Namun dia kemudian ketakutan, terus dihanti rasa ketakutan yang mendalam.

Apalagi dia terus terkenang kepada Wiwit. Sehingga dia melarikan diri.

Dalam pelariannya pun Asworo tetap bertekad untuk menjadi buron dan tidak akan menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Benarkah dia memang terus dihantui almarhum, sehingga akhir tertangkap?

Seperti dikisahkan usai membunuh Catarina, Asworo mengatakan sempat pulang ke mess-nya dahulu di Jalan Bangau No 54 A, Ilir Timur II, Palembang, untuk mengambil beberapa barang miliknya, Minggu (7/5/2017).

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto bertanya kepada tersangka Asworo ketika diamankan di Polda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017). TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto bertanya kepada tersangka Asworo ketika diamankan di Polda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017). TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH (Tribun Sumsel/M Ardiansyah)

Kemudian ia mencuci mobil sewaan itu untuk menghilangkan bercak darah yang membanjiri jok mobil.

"Saya ambil kamera dari mess dan langsung kembalikan mobil yang sudah dicuci," ucapnya.

Diketahui pukul 09.00 pagi pad Minggu (7/5) itu juga, Asworo sempat hendak menjual kameranya, Canon 600D dengan harga Rp 5,5 juta kepada temannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun karena belum berminat, dia pun hanya berpesan jika ada yang mau membeli kamera itu bisa menghubunginya.

Tak ingin membuang waktu, Asworo langsung tancap gas menuju ke Indralaya, Ogan Ilir dengan tunggangannya motor Supra X tahun 2011.

Azz Martinus alias Asworo dan Chatarina Wiedyawati
Azz Martinus alias Asworo dan Chatarina Wiedyawati (Facebook)

"Saya lari ke Indralaya dulu, motor itu saya jual di dekat SMAN 1 Indralaya. Harganya laku Rp 6,5 juta," ungkapnya.

Menurutnya uang penjualan itu ditransfer ke rekening Mandiri milik Wiwit.

Setelah itu, dia langsung menuju ke Lampung dengan menggunakan travel.

Dia menyadari menjadi buronan polisi saat mayat Wiwit teridentifikasi pada 14 Mei lalu.

Tiga hari sebelumnya (11/5/2017), Wiwit ditemukan tanpa identitas di semak belukar di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.

"Selama di Lampung, saya pindah-pindah tempat sebanyak tiga kali. Nginap di kosan dan sempat juga menginap di hotel," ucapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas