Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cara Efektif Gubernur Ganjar Agar PNS Terbiasa Menolak Parcel

Tak mudah membangun mental ASN hingga mencapai reformasi birokrasi seperti menolak menerima parcel lebaran.

Cara Efektif Gubernur Ganjar Agar PNS Terbiasa Menolak Parcel
Tribun Jateng/M Nur Huda
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berziarah ke makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (8/6/2017). TRIBUN JATENG/M NUR HUDA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi dedikasi Aparatur Sipil Negara saat menjalankan tugas pantauan arus mudik dan arus balik lalu.

Menurut dia, SKPD dapat berkoordinasi dengan baik sehingga mudik dapat berlangsung kondusif.

Ia juga mengapresiasi inisiatif para pejabat yang melaporkan mobil dinasnya telah diparkirkan dan tidak digunakan untuk mudik. Termasuk bersedia mengembalikan parsel dari pihak lain.

"Mereka juga sudah mengembalikan parsel, membangun tradisi untuk tidak menerima gratifikasi. Sekarang tugas kita adalah melanjutkan itu sehingga terjadi transformasi pelayanan publik yang berjalan dengan baik," ungkap Ganjar, Senin (3/7/2017).

Dia mengaku senang karena masyarakat mulai merasakan akeramahan birokrasi di lingkup Pemprov Jateng.

Apresiasi masyarakat terhadap pelayanan publik itu disampaikan saat mereka menghadiri open house dengan gubernur di sejumlah tempat beberapa waktu lalu.

"Ada yang menyampaikan hal menggembirakan kepada saya. Tentang keramahan birokrasi yang diwujudkan dalam pelayanan cepat dan makin hari makin baik," ungkap Ganjar.

Menurut dia, membangun mental ASN hingga mencapai reformasi birokrasi seperti ini tidak mudah. Setidaknya jauh lebih sulit dari membangun peninggalan monumental berupa pembangunan fisik.

"Semua harus diberi contoh. Kalau pimpinanya mau memberi contoh, bawahnya otomatis akan mengikuti," kata Ganjar.

Pada 2014 lalu saat Lebaran pertama menjabat gubernur, ia mengaku melihat ratusan parsel bertumpuk di ruang belakang rumah dinas gubernur. Parsel-parsel itu merupakan kiriman dari para kepala daerah di Jateng, pejabat pemprov, hingga pengusaha.

"Saya lihat numpuk-numpuk di belakang, saya minta dikembalikan semua," cerita Ganjar.

Ia kemudian membuat aturan pelarangan pengiriman parsel bagi pejabat. Ternyata Lebaran tahun 2015 dan 2016 kiriman parsel menurun drastis.

Ganjar meminta petugas di rumah dinas tidak menerima bingkisan itu, melainkan hanya mencatat nama dan alamat pengirim sebagai laporan.

"Sekarang lebaran tahun ini cuma ada satu parsel yang datang. Ya berarti ada pengaruhnya," kata mantan Anggota DPR RI ini. 

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas