Pesan Makanan via Ojek Online tapi Ketiduran, Balasan Driver Sungguh tak Disangka, Terharu!
Setidaknya, ada beberapa kisah tentang ojek online yang dirugikan dengan skema semacam ini.
Editor: Wahid Nurdin
TRIBUNNEWS.COM - Saat ini jamak konsumen memesan makanan via online kemudian diantar oleh driver ojek.
Tentunya dengan skema tersebut, bisa menguntungkan keduanya.
Meski banyak menilai, jika sewaktu-waktu driver ojek online yang mengantar makanan ini bisa rugi.
Bagaimana tidak? Umumnya para driver ojek online (ojol) ini harus menggunakan uang mereka terlebih dulu untuk membayar makanan.
Baru kemudian, saat mereka mengantarkan makanan kepada konsumen mendapatkan gantinya.
Setidaknya, ada beberapa kisah tentang ojek online yang dirugikan dengan skema semacam ini.
Penyebabnya bermacam-macam, ada yang lantaran keisengan konsumen, hingga keteledoran konsumen.
Nah, berikut ini ada sekelumit kisah viral yang melibatkan driver ojek pengantar makanan dengan konsumennya.
Dibagikan oleh akun Instagram @dramaojol.id, Senin (24/7/2017), kisah itu bermula saat wanita pemesan makanan malah ketiduran karena capek.
Padahal dia saat itu sudah memesan makanan via Grabfood dengan kurir bernama M Soleh Nawawi.
Ditambah ada renovasi rumah, alhasil pengantar makanan dan konsumen tak bisa bertemu.
Driver ojek pun merasa kecewa dan mengatakan dia sudah tak ada lagi modal.

"Jadi ceritanya itu si mbak pesan makanan via Grab food, namun ada kekeliruan perihal alamat yang membuat si driver sedikit 'kecewa' dikarenakan rumah si mbak ini berhadapan dengan rumah yang belum jadi dan kondisinya juga si mbaknya ketiduran, jadi gak bisa merespon si driver.
Nah pas mbaknya kebangun dia baru sadar kalau dia pesan makanan via grab food.
Awalnya si driver memang agak terlihat sedikit kecewa, namun mbaknya juga beritikad baik untuk mengganti uang si driver yang sudah terlanjur dibelikan makanan. Namun si driver menolak untuk digantikan uang pribadinya dan justru meminta si mbaknya mengganti untuk ditransfer ke sebuah rekening Yayasan yang memang sekarang ini sedang dalam proses pembangunan pesantren.