Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jago Ngaji dan Peraih Beasiswa, Tapi Nasib Jumiati Kini Malah Dipasung

ibu Jumiati, menceritakan, anaknya terpaksa dipasung sejak Minggu (23/7/2017). Anaknya itu kerap mengamuk dan seperti hilang ingatan ketika marah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Jago Ngaji dan Peraih Beasiswa, Tapi Nasib Jumiati Kini Malah Dipasung
kompas.com
Keluarga terpaksa memasung Jumiati. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah rumah panggung sederhana yang berdiri di tanah rawa di kawasan pemukiman padat penduduk itu, Jumiati (23) duduk dalam ketidakberdayaan. Kedua kakinya dalam pasungan.

Sarnin (55), ibu Jumiati, menceritakan, anaknya terpaksa dipasung sejak Minggu (23/7/2017). Anaknya itu kerap mengamuk dan seperti hilang ingatan ketika marah.

Bahkan dia sering jadi sasaran amuk anak ketiganya itu.

Bukan hanya dirinya, barang-barang seperti jendela kaca, lampu, dan televisi kerap jadi korban amuknya. Itulah alasan rumah di Jalan Talen, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah itu tak memiliki jendela dan televisi.

Terakhir yang jadi sasaran amukan Jumiati adalah kakaknya sendiri yang tinggal persis di samping rumahnya. Saat itu, Jamiati meminta uang Rp 500.000 dan tak diberi. Lalu ia pun mengamuk.

Sejak amukan terakhirnya itu, keluarga tak ingin lagi mengambil risiko. Jumiati terpaksa dipasung.

Menurut Sarnin, perangai suka marah dan mengamuk baru terjadi tiga tahun terakhir. Itu terjadi setelah Jumiati pulang dari kediaman bapaknya di Palangka Raya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dia pulang, diantar bapaknya ke bus. Sendiri. Datang jam 7 malam, lempar tas, langsung lari," tutur Sarnin pada Kompas.com, Rabu (26/72017) sore.

"Pas ditanya, 'mau ke mana?'. Dia jawab 'ada Abah, Ibu (tiri) di sana'," lanjut Sarnin mengutip ucapan Jumiati.

Ema, kakak sepupu Jumiati mengatakan, adiknya akan marah dan mengamuk bila meminta uang tak langsung dipenuhi. Ia lebih sering marah sama ibunya.

blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">

Menkopolhukam Wiranto Heran, HTI Sudah Dibubarkan Kok Masih Dibela https://t.co/qXu4rXEhmB via @tribunnews

— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 27, 2017

Namun hal itu tidak akan diingat Jumiati, ketika ia dalam kondisi normal. Ia menduga adiknya tersebut depresi.

"Tapi entah karena apa. Dia ini pendiam sebenarnya," ungkap Ema.

Siswa Berprestasi

Sarnin mengatakan, selain pendiam, semasa sekolah anaknya tergolong cerdas. Dari SD sampai SMK ia selalu mendapat ranking.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas