Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Veteran Perang Asal Gunungkidul Akhirnya Berhaji setelah 11 Tahun Menabung

Mbah Adi, veteran perang kemerdekaan, menyisihkan uang pensiunannya sampai 11 tahun demi berhaji bersama sang istri. Usahanya terkabul.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Veteran Perang Asal Gunungkidul Akhirnya Berhaji setelah 11 Tahun Menabung
Tribun Jogja/Rendika Ferri K
Adi Mulyono Ngatiran (89) dan Sukinem (69), warga Dukuh Dengok VI, Desa Dengok, Kecamatan Playen, Gunungkidul, bersama cucunya, Kamis (27/7/2017). TRIBUN JOGJA/RENDIKA FERRI K 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rendi Ferri K

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Usia bukanlah halangan bagi umat Muslim untuk menunaikan rukun Islam kelima yakni ibadah haji di Tanah Suci.

Tua, muda, pria dan waniata semuanya berbondong-bondong berangkat ke rumah Allah, memenuhi panggilan Sang Pencipta.

Tak terkecuali Adi Mulyono Ngatiran, calon haji tertua se-DIY asal Dukuh Dengok VI, Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Meski sudah berusia lebih dari 89 tahun Mbah Adi tak menciutkan niatnya menunaikan ibadah haji bersama umat Muslim sedunia.

Mbah Adi rela menunggu 11 tahun untuk dapat berangkat ke tanah suci.

Rekomendasi Untuk Anda

Demi bertamu ke rumah Allah sedikit demi sedikit Mbah Adi mengumpulkan rupiah dari bertani dan uang pensiunan sebagai veteran untuk berhaji bersama istrinya, Sunikem (69).

"Saya nabung sedikit demi sedikit untuk membayar haji, 11 tahun lamanya saya menunggu, akhirnya dapat segera terwujud," ujar Mbah Adi.

Mbah Adi adalah veteran perang. Selepas pensiun, dia bekerja sebagai petani untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari istri dan empat anaknya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas