Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Peserta Pengelukatan Massal Membeludak, Enam Orang Pingsan

Terik matahari dan membeludaknya peserta menyebabkan sejumlah umat kelelahan dan kehabisan napas hingga akhirnya pingsan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Peserta Pengelukatan Massal Membeludak, Enam Orang Pingsan
Tribun Bali/I Made Argawa
Ribuan umat berdesakan saat mengikuti ritual pengelukatan massal oleh Pemkab Tabanan di Pura Luhur Pakendungan di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (28/7/2017) (kanan). Tampak peserta yang pingsan karena berdesakan (kiri). TRIBUN BALI/I MADE ARGAWA 

"Sebelum ke sini anak saya sudah sarapan, karena keadaan seperti itu makanya tumbang," terangnya.

Karena kondisinya yang drop, dua orang terpaksa dibawa ke BRSUD Tabanan dengan menggunakan ambulans. Mereka adalah Kadek Yuliani dan Made Lilis Vilianti.

Kakak Made Lilis Vilianti, Aditya Krisna, mengatakan saat siang adiknya sudah makan.

Namun Lilis tidak kuat menahan panas dan berdesakan dengan ribuan orang sehingga tumbang.

"Tadi sudah makan siang," ujarnya yang berada di sebelah Made Lilis.

Seorang peserta, Wayan Subrata, mengkritisi panitia yang kurang memperhitungkan situasi dan kondisi.

Ia menyebut harusnya panitia menyiapkan tempat lebih luas mengingat banyaknya peserta.

Rekomendasi Untuk Anda

Tempat nunas tirta pengelukatan juga harus ditambah sehingga tidak perlu menimbulkan antrean panjang.

"Harusnya lokasi lebih luas. Saya saja masih nunggu agar peserta lebih sepi. Sejak pukul 07.00 Wita sudah di sini," ujar warga asal Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, ini.

Peserta lain, Ni Luh Ayu Putu Dewi Rahmawanti (30), mengaku sejak pukul 06.00 Wita telah tibadi Pura Luhur Pakendungan untuk mengikuti prosesi ritual melukat.

Acara baru selesai sekitar pukul 13.00 Wita.

"Antreannya lama, berdesak-desakan. Jika bisa, nanti panitia acara ini mencari tempat lebih luas," paparnya.

Sekretaris Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, tidak menyangka antusias masyarakat terhadap acara melukat Sapuh Leger dan Mebayuh Oton massal sangat tinggi.

Ia memperkirakan 15 ribu orang mengikuti pengelukatan massal sehari jelang Tumpek Wayang ini.

"Perkiraan panitia tidak sampai segitu. Makanya panitia menyiapkan nomor antrean sekitar enam ribu saja. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," ujarnya.

Terkait warga yang pingsan dan harus mendapatkan perawatan di BRSUD Tabanan, panitia acara akan menanggung biaya pengobatan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas