Sempat Tidur Bersama dan Berusaha Memeluk, Samuel Lalu Lakukan Ini pada Istrinya
Usai membacok istrinya, Samuel dengan tenangnya melangkah keluar dan duduk di ruang tamu meninggalkan istrinya sendirian bersimbah darah di kamar
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Hari Minggu (2/7/2017) malam merupakan hari paling naas bagi Indro Nge Manafe alias Ma Mea, warga Kota Atambua.
Saat itu dirinya baru saja turun dari bus pulang dari Kupang.
Selanjutnya, Ma Mea menuju tempat tidur untuk beristirahat.
Tak lama kemudian, suaminya, Samuel Nge tidur dan berusaha memeluknya.
Merespons pelukan suaminya, Ma Mea berusaha menjauhkan tangan suaminya sambil terus tidur.
Baca: Siti Aisyah Terancam Vonis Mati atas Pembunuhan Kakak Tiri Pemimpin Korut
Sejurus kemudian, Samuel sempat menepuk pinggul istrinya sebanyak dua kali.
Setelah itu, Samuel keluar kamar dan mengambil sebilah parang lalu kembali ke kamar.
Kejadian berikutnya, tanpa diduga, Samuel mengayunkan parang yang dipegangnya ke arah kepala istrinya.
Ayunan parang tersebut mengakibatkan beberapa luka besar pada kepala bagian kanan istrinya bahkan, ada luka menganga dari pipi hingga telinga kanannya.
Baca: Anaknya Terus Dipalak Teman Sekolah, Ibu Ini Datangi Rumah Pelaku tapi Ia Justru Disambut Parang
Usai membacok istrinya, Samuel dengan tenangnya melangkah keluar dan duduk di ruang tamu meninggalkan istrinya sendirian bersimbah darah di kamar.
Demikian beberapa adegan singkat dalam rekonstruksi kasus suami membunuh istri di Kilometer 2 Atambua yang dilakukan Penyidik Reskrim Polres Belu di Markas Polres Belu, Senin (31/7/2017) siang.
Rekonstruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Jemy Noke berlangsung aman dengan menampilkan 37 adegan mulai dari awal pembacokan hingga korban dilarikan ke rumah sakit umum dan meninggal dunia beberapa hari kemudian.
Saat rekonstruksi, pelaku terlihat tenang memperagakan adegan demi adegan.
Mengapa Sindikat Kejahatan Dari China Pilih Indonesia Jadi Markasnya? https://t.co/UPae0dNffe via @tribunnews
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 31, 2017
Terkadang dia membetulkan hal-hal yang tidak sesuai dengan keterangannya.
Beberapa keluarga yang menyaksikan rekonstruksi ini terlihat sedih bahkan ada yang menangis.
Iptu Jemy Noke kepada wartawan usai rekonstruksi di Mapolres Belu menjelaskan, kuat dugaan, penyebab Samuel membacok istrinya karena masalah rumah tangga.
“Dari rekonstruksi tadi terlihat bahwa Istrinya baru pulang dari Kupang, mereka sempat tidur bersama. Dia sempat peluk tapi ditolak. Lalu ambil parang dan potong,” ujar Iptu Jemy.
Dikatakannya, usai rekonstruksi, polisi segera melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan Negeri Belu untuk diproses lebih lanjut.
“Besok kita segera penyerahan tahap satu ke Kejaksaan,” katanya.