Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populasi Kerbau Krayan Turun Drastis dalam Lima Tahun Terakhir

Dibandingkan tahun lalu, populasi kerbau di Krayan mencapai 4.000 sampai 5.000an ekor

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto

Pakan tersebut didatangkan langsung dari Lembang dan Pelaihari dalam bentuk stek maupun biji. Pakan rumput ini sangat kaya protein, dikenal dengan nama rumput indigovera. Selain indigovera juga dipasok rumput Odot.

"Kami coba perkenalkan di sana. Karena di sana hanya mengandalkan rumput di lapangan. Ternyata produktivitasnya tidak signifikan," kata M Rais.

Baca: Stok Daging Kerbau Impor Ditambah Menjelang Puasa

Rumput dipasok secara bertahap ke Krayan, karena harus menyesuaikan jadwal pesawat terbang. Selanjutnya, sperma beku akan dipasok ke Krayan dalam waktu dekat. Dipastikan bahan-bahan yang diperlukan harus siap sebelum tanggal 11 September.

"Kita juga bawa inseminator dari pusat untuk membantu. Begitu tanggal 11, bahan sudah ready semua," ujarnya.

Nilai keekonomian kerbau diakui M Rais cukup baik. Apalagi di Krayan, kerbau merupakan salah satu pilihan ternak warga.

Faktor lain yang menjadikan populasi kerbau Krayan turun antara lain minimnya petugas peternakan dan sarana serta prasarana pendukung peternakan yang belum optimal.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Susi Punya Gaya: Pinjam Motor Trail Milik Polisi

Proyek peningkatan populasi ini akan berlangsung 21 hari ke depan, mulai dari 11 September. M Rais mengharapkan, terjadi peningkatan 10 persen populasi hasil inseminasi dalam kurun waktu setahun.

"Inseminasi buatan itu tingkat keberhasilannya 70 persen. Tetapi kita tidak muluk-muluk. Ambil 10 persen saja, 60 persen bonus. Nanti ketika dihitung, rupanya sudah banyak," katanya. (Wil)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas