Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Haji 2017

Petugas Bandara di Makkah Sita 2 Karung Handy Talky Milik Jemaah Haji dari Jawa Timur

PPIH Embarkasi Surabaya dibuat keheranan saat mengetahui ada dua karung handy talky (HT) milik jemaah asal Jatim yang disita petugas bandara di Mekkah

Petugas Bandara di Makkah Sita 2 Karung Handy Talky Milik Jemaah Haji dari Jawa Timur
net
Handy Talky atau HT 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya dibuat keheranan saat mengetahui ada dua karung handy talky (HT) milik jemaah asal Jatim yang disita petugas bandara di Mekkah. 

"Ada dua karung berisi HT katanya milik jemaah kami. Jelas tak masuk akal ini. Kami tengah pastikan apakah satu per satu dari jemaah disita atau langsung dua karung," kata Sekertaris PPIH yang juga Kabid Haji Kemenag Jatim, Faridul Ilmi, Rabu (23/8/2017).

Tadi siang, semua jajaran dan unsur panitia menggelar rapat koordinasi atas temuan itu. Kemenag, Bea Cukai Juanda, Angkasa Pura 1 Juanda, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) rapat koordinasi jelang keberangkatan kloter terakhir yang tinggal dua hari lagi.

"Bukan semata-mata karena temuan HT. Dua hari menjelang berakhirnya embarkasi semua jemaah harus terlayani dengan baik. Termasuk kesiapan nanti pemulangan debarkasi," tambah Faridul.

Dipastikan bahwa ratusan HT itu adalah milik calon jemaah haji (CJH) dari kloter 69 Sidoarjo. Diprediksi bahwa alat berantena kecil itu adalah fasiltas dari salah satu KBIH di Sidoarjo.

Sejak temuan di Bandara King Abdul Aziz Mekkah itu, PPIH Embarkasi Surabaya memperketat bawaan HT ini. Diakui bahwa temuan HT ini baru kali pertama dalam sejarah.

Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya Sugianto, menjelaskan bahwa pihaknya juga memilih menyita 95 HT yang sama. HT ini dibawa oleh jemaah.

"Sama juga HT ini dari rombongan Sidoarjo kloter 73," urai Sugianto.

Diketahui bahwa Jemaah pembawa HT tersebut berasal dari satu rombongan salah satu KBIH di Sidoarjo. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji itu diketahui dari Rohmatul Ummah dan KBIH Al Barokah.

"Tahun kemarin tidak ada yang bawa HT. Tujuannya mulia tapi harus disesuaikan aturan negara lain," Barawiz, salah satu petugas PPIH lokal Sidoarjo.

Ninik, salah satu CJH pembawa HT menjelaskan bahwa dirinya dan jemaah lain satu rombongan dianjurkan KBIH untuk membeli dan membawa HT.

Tujuannya saat berhaji akan memudahkan komunikasi antarjemaah. 

Hendro Trisulo, Kasi Layanan dan Informasi Bea Cukai Juanda mengakui bahwa jika per jemaah bawa satu HT tak dilarang.

"Asal dimatikan saat hendak terbang. Kalau dua glangsing HT dikira selundupan atau dagangan," kata Hendro.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas