Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saan Yakin PPP dan PKB Merapat Dukung Ridwan Kamil

Selama ini terdapat sejumlah partai yang menyodorkan nama calon wakil gubernur untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Saan Yakin PPP dan PKB Merapat Dukung Ridwan Kamil
Repro/KompasTV
Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Partai Nasional Demokrat (NasDem) belum mau berbicara mengenai nama calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, mengatakan pemilihan sosok yang akan mendampingi Ridwan Kamil selayaknya dilakukan sebaik dan seteliti mungkin.

Prosesnya adalah melalui seleksi secara obyektif terhadap sejumlah nama.

Saan Mustopa mengatakan selama ini terdapat sejumlah partai yang menyodorkan nama calon wakil gubernur untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.

Baca: Tampaknya Ridwan Kamil Ditinggal Parpol, Bagaimana Nasibnya di Pilkada Jabar?

PAN diketahui berharap dapat menyandingkan Bima Arya dengan Ridwan Kamil, seperti yang diungkapkan langsung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

"NasDem menghargai PAN, dan tentunya siap untuk berkoalisi. Tapi kami tidak ingin berbicara soal wakil dulu saat ini," kata Saan di Bandung, Kamis (24/8/2017).

Selain PAN, katanya, PPP, PKB, dan Hanura pun telah menyerahkan nama untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.

Seperti PPP yang menawarkan Uu Ruzhanul Ulum atau Asep Maoshul, PKB yang menawarkan nama Cuncun Ahmad Syamsurijal, dan Hanura yang menawarkan nama Aceng Fikri.

Baca: Ridwan Kamil: Kalau Bima Arya mah Kecengan Saya

Saan mengatakan berbeda dengan PAN yang akan langsung mencabut dukungan jika Bima Arya tidak terpilih, ketiga partai lainnya tidak memaksakan kadernya harus menjadi calon wakil gubernur.

Karenanya, NasDem mengusulkan proses seleksi dilakukan sebaik mungkin untuk menentukan kandidatnya.

Seleksi, bisa saja dilakukan dengan menggunakan survey popularitas dan elektabilitas, juga komunikasi lainnya dengan partai-partai pengusung.

Dengan mekanisme tersebut, katanya, jalinan koalisi partai pengusung Ridwan Kamil akan lebih baik.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas