Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Diapresiasi, Bea dan Cukai Kepri Berhasil Sita Ribuan Ponsel Selundupan

Semua ponsel itu dibungkus rapi menggunakan kotak dan diikat tali berwarna kuning yang kemudian disusun di dalam speed boat.

Diapresiasi, Bea dan Cukai Kepri Berhasil Sita Ribuan Ponsel Selundupan
tribunbatam/elhadif putra
Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri menunjukkan ponsel barang bukti selundupan. 

TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) mengapresiasi penyitaan ribuan unit ponsel selundupan yang dilakukan petugas Kanwil Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri).

Penyitaan dilakukan oleh patroli DJBC Khusus Kepri pada Sabtu (19/8/2017) sekira pukul 14.00 WIB di perairan Kepala Jerih, Belakang Padang. Petugas mengamankan speed boat, serta ponsel dengan jumlah puluhan ribu unit.

Semua ponsel itu dibungkus rapi menggunakan kotak dan diikat tali berwarna kuning yang kemudian disusun di dalam speed boat.

Ponsel yang diduga kuat sebagai barang ilegal tersebut diketahui berasal dari Singapura dan akan menuju Riau melalui perairan Kepri.

Diduga ribuan ponsel itu mengalami transit di daerah tertentu sebelum berhasil ditegah. Disebut-sebut ribuan ponsel yang diamankan petugas merupakan milik seseorang berinisial AH asal Batam.

Ketua Presidium Kamerad, Haris Pertama mengatakan, penegahan ribuan ponsel tersebut merupakan prestasi gemilang yang ditorehkan Bea Cukai.

Haris juga mengapresiasi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dan  Menteri Keuangan Sri Mulyani atas kinerja anak buahnya tersebut.

Namun dia menyayangkan tidak transparasinya barang bukti yang disita petugas Kanwil Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri). Dia menduga penyelundupan ponsel ini adalah jaringan handphone ilegal di Indonesia

“Jangan sampai prestasi yang sudah dibuat ini menjadi tercoreng karena tidak jelasnya barang bukti yang diamankan. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Kanwil Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) berapa ponsel yang disita dan merk apa. Apakah itu ponsel China atau iPhone,” kata Haris.

Dia melanjutkan, barang bukti berupa speed boat serta muatan berupa ribuan ponsel telah dibawa ke Kanwil DJBC Kepri di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas