Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

50 Ribu Warga Makassar Terima BPNT

Saat ini Dinsos telah melakukan validitasi data tahun 2017 sehingga bisa menentukan orang penerima bantuan non tunai.

50 Ribu Warga Makassar Terima BPNT
TRIBUN/HO
Warga Kelurahan Kampung Bali, Kebon Kacang & Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) tahap III, Rabu (23/8/2017). Penyaluran BPNT tahap III ini dilakukan BNI bersama Agen BNI 46. Bantuan Pangan Non Tunai yang dibagikan berupa 20 kg beras dan 4 kg gula pasir, untuk 1.344 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) untuk 3 kelurahan di Kecamatan Tanah Abang tersebut. Dimana pembagian di lakukan di Gedung SKKT Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang selama 2 hari (23-24 Agustus 2017). TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2017 dan telah membagikan ke hampir 44 kota di Indonesia.

Khusus di Makassar penerima BPNT mencapai 50 ribu orang.

“Data real untuk Program Keluarga Harapan (PKH) ada 15 ribu dan umum sekitar 35 ribu, jadi total ada 50 ribu yang akan menjadi penerima bantuan non tunai,” kata Andi ZA Dulung, di Makasar, Kamis (7/9/2017).

Andi Za Dulung mengatakan bahwa kegiatan koordinasi akan mengumpulkan kabupaten dan kota yang ada di sulsel dan akan hadir kembali untuk membahas sosialisasi bantuan pangan non tunai ini.

“Kita akan membahas disini yang kemudian dua bulan kedepan kita akan kembali bersama perwakilan dinsos 24 kabupaten/kota di Sulsel, dan ini wajar,” ucap Za.

“Selain itu, banyaknya program yang dicanangkan dan hasilnya tidak maksimal kalau tidak betul-betul tersampaikan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Muchtar Tahir, mengatakan pihaknya telah memvalidasi semua data BPNT yang ada untuk dimasukkan kedalam Basis Data Terpadu (BDT) untuk diserahkan kepada Dirjen Penaganan Fakir Miskin.

Saat ini Dinsos telah melakukan validitasi data tahun 2017 sehingga bisa menentukan orang penerima bantuan non tunai.

Apalagi pihak Dinsos Provinsi Sulsel telah memiliki konsep dan alat untuk mengkoneksi semua data sehingga tidak ada lagi kesalahan.

“Sekarang kita bisa meminimalisir data fiktif karena adanya koneksi data dari pihak pemprov sehingga persoalan mencari objek dan itu menyulitkan, sekarang Alhamdulillah tidak ada lagi,” ucap Muchtar.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas