Batal Tawuran, Dua Remaja Malah Diajak Temannya Membegal
Pengakuan dua orang itu, pembegalan dilakukan berdasar ajakan dari rekan bernama Bongki dan Faizal.
Editor:
Dewi Agustina
Mereka pun beraksi di sekitar kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, kawasan Pandanaran.
"Saya dan Yulianto itu tidak tahu apa-apa. Hanya joki. Yang ngalungin celurit itu Bongki. Lalu yang merampas motor Rizal," paparnya.
Selang satu jam, tim Elang Polrestabes Semarang pun melakukan pengembangan kasus.
Mereka mengejar Bongki di kediaman kawasan Tumpang IV, kawasan Sampangan.
Saat didatangi tim Elang, Bongki belum pulang. Hanya ada beberapa orang keluarga Bongki.
Tim Elang pun kembali ke Mapolrestabes Semarang tanpa hasil.
Selang satu jam selanjutnya, atau sekitar pukul 02.30 WIB, tim Elang mendapat laporan bahwa Bongki sudah tiba di rumah.
Para personel pun kembali mendatangi rumah Bongki.
Bongki dapat ditangkap tanpa perlawanan, selanjutnya digelandang ke Mapolrestabes Semarang.
Pemeriksaan pun berlanjut. Suasana sempat tegang, lantaran tiga remaja itu menyampaikan keterangan secara berbeda.
Menurut Aidil dan Yulianto, Bongki adalah eksekutor aksi pembegalan.
"Mbegal opo to pot Cepot (panggilan Aidil). Aku gak tau apa-apa," terang Bongki menyangkal tuduhan dua rekannya.
Wakil Kepala tim Elang 1, Ipda Muhammad Nur menuturkan pihaknya masih mendalami kasus itu.
"Kami masih berupaya menangkap satu lagi pelaku yang lolos, namanya Faizal. Sampai kini, keterangan para pelaku yang kami tangkap belum ada kecocokan," terangnya.
Nur mengatakan, kasus pembegalan itu selanjutnya dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polrestabes Semarang.
Sebagai informasi, tiga pelaku pembegalan di Pandanaran masih duduk di bangku SMP kelas 9, Kota Semarang.
Identitas mereka adalah Yulianto (warga Mugas Dalam), Aidil (warga Jatingaleh) dan Bongki (warga Tumpang).
Ketiganya sudah ditahan di Mapolsek Lamper.
Baca tanpa iklan