Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Penjelasan Pekerja Asing Proyek Terowongan Tol Cisumdawu Tentang Pelecehan Bendera Merah Putih

Menurut para pekerja China, kejadian pembuangan bendera merah putih hanya salah paham dan tidak disengaja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ini Penjelasan Pekerja Asing Proyek Terowongan Tol Cisumdawu Tentang Pelecehan Bendera Merah Putih
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Pembuatan terowongan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Desa Cilengser, Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (8/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Menurut para pekerja China, kejadian pembuangan bendera merah putih hanya salah paham dan tidak disengaja.

Hal tersebut diungkapkan Tuan Siau Ciang (25), seorang pekerja yang bertugas sebagai operator alat berat, ketika ditemui Tribun Jabar dengan bantuan Wahyono, pekerja dwibahasa (Indonesia dan Mandarin), di mes pekerja terowongan tol Cisumdawu, di desa Cigendel, kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/9/2017).

"Itu sebetulnya kesalahpahaman," ujar Tuan Siau Ciang diterjemahkan Wahyono.

Baca: Pekerja Asing Proyek Terowongan Tol Cisumdawu yang Buang Bendera Merah Putih ke Tanah Menghilang

Menurut Tuan, panggilannya, Chenapa (40) pelaku pembuangan bendera merah putih ke tanah, melakukan hal tersebut tanpa sengaja.

Saat itu, menurutnya, alat berat akan masuk ke kawasan proyek melewati gerbang yang terdapat dua bendera tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Ketika Pekerja Asing di Terowongan Tol Cisumdawu Lempar Bendera Merah Putih ke Tanah

Chenapa tanpa sengaja menjatuhkan bendera yang terpasang saat akan membuka gerbang lebih lebar.

"Itu (bendera) terdorong," ujar Tuan Siau Ciang diterjemahkan Wahyono.

Baca: Massa Sweeping Mess Pekerja Asing Tol Cisumdawu Cari Pelempar Bendara Merah Putih ke Tanah

Chenapa, menurut Tuan, bukan orang yang kasar dan tingkah lakunya sopan.

Pekerja asal China tersebut juga baru bekerja selama beberapa minggu di proyek tersebut.

Pekerja asing di proyek pembangunan terowongan tol Cisumdawu, menurut Wahyono, lebih sedikit jumlahnya dibandingkan pekerja lokal.

Jumlah pekerja asing kira-kira 30 orang sementara pekerja lokal berjumlah kira-kira 40 orang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas