Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Oknum Sopir Ambulans Minta Rp 2 Juta untuk Antarkan Jenasah Bayi Berlin

Di sela-sela negosiasi, oknum sopir ambulans meminta uang Rp 2 juta untuk memperpendek urusan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Oknum Sopir Ambulans Minta Rp 2 Juta untuk Antarkan Jenasah Bayi Berlin
Instagram
DELPASARI bersama bayinya, Berlin Istana 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Ardiansyah, ayah bayi Berlin Istana, yang ditemui Tribun di Abung Timur, Rabu malam, menuturkan, awal permasalahan terjadi ketika ia mengurus administrasi kepulangan jenazah bayinya dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM).

Saat itu, petugas RSUDAM mengatakan ada perbedaan nama yang tercantum, antara kartu BPJS dengan nama yang tertera di bagian formulir pendaftaran.

"Nama yang tertera saat pendaftaran adalah Delpasari, sementara di kartu BPJS tertera Berlin Istana," kata Ardiansyah saat ditemui di rumah duka, Rabu malam. Delpasari adalah nama ibu sang bayi.

Petugas rumah sakit itu mengatakan, jika terjadi hal demikian, harus diurus ulang dan memakan waktu yang lama.

Di sela-sela negosiasi, oknum sopir ambulans meminta uang Rp 2 juta untuk memperpendek urusan.

Delpa, ibu korban, saat itu sudah berada di dalam mobil ambulans milik RSUDAM. Tetapi, oleh suaminya ia diminta turun, karena tidak memiliki uang sebagaimana yang diminta sang sopir.

"Istri saya yang gendong Berlin naik angkot," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika di dalam angkot, kata Ardiansyah, ada seorang perempuan yang memberitahukan layanan Ambulans Gratis Pemkot Bandar Lampung.

Sopir angkot kemudian menelepon layanan ambulans tersebut.

"Saya sempat menunggu setengah jam hingga datangnya ambulans di Bundaran Radin Inten Rajabasa," ujarnya.

Kepala Pengawas Mobil Ambulans Gratis Kota Bandar Lampung, Agus Putra (45), mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan telepon dari seorang warga Hajimena, Natar.

Ia menyebutkan terdapat sepasang keluarga sedang membutuhkan pertolongan, yakni butuh mobil ambulans.

 
"Tujuan mereka hendak ke Lampung Utara, namun mereka hendak menaiki mobil bus," cerita Agus saat ditemui Tribun di posko pelayanan di Tugu Adipura, tadi malam.

Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung meminta izin kepada Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengingat perjalannya cukup jauh.

"Ternyata mendapat persetujuan oleh beliau untuk mengantarkanya dan petugas yang mengantarkan adalah bernama Jefri," ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas