Tribun

Begini Sadisnya Pelaku Membunuh Pengusaha Tangerang yang Kerangkanya Ditemukan di Aceh

Hasil pemeriksaan dan keterangan tersangka belum begitu rinci, sehingga penyidik masih memerlukan pendalaman informasi

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Begini Sadisnya Pelaku Membunuh Pengusaha Tangerang yang Kerangkanya Ditemukan di Aceh
Istimewa
Korban pembunuhan ditemukan tinggal kerangka di kawasan Buket Hagu, Aceh Utara, Kamis (21/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Penyebab kematian Michel Reinaldo Mesak (37) kini terungkap. Pengusaha asal Tangerang, Provinsi Banten yang memiliki kebun nilam di Bener Meriah itu ternyata dibunuh tersangka pelaku menggunakan gergaji mesin (chainsaw) di antara hutan dan areal perkebunan sawit dekat gudang dinamit, Desa Hagu Transmigasi, Cot Girek, Aceh Utara.

Hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa intensif Suyatman alias Paklek, warga Bener Meriah yang diduga sebagai pembunuh Michel.

Nama Suyatman muncul setelah polisi memeriksa Slamet, pekerja di kebun nilam Michel.

Dalam pemberitaan kemarin, seolah Slametlah pelakunya, tapi ternyata orang lain, yakni Suyatman, rekan Michel dalam bisnis nilam.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian yang didampingi Wakapolres Bireuen Kompol Carlie Syahputra Budiman, kepada Serambi, Jumat (22/9) mengatakan, tersangka Suyatman mengaku membunuh korban pada 14 September 2017 sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca: Korban Pembunuhan Perampok Sempat Dilarang Ibunya Keluar Rumah

Hasil pemeriksaan dan keterangan tersangka belum begitu rinci, sehingga penyidik masih memerlukan pendalaman informasi darinya.

Sejauh ini, keterangan yang sudah didapat penyidik dari tersangka hanyalah, Michel berangkat dari Jakarta ke Bener Meriah menjumpai pengelola kebun nilam bernama Slamet.

Setelah itu, ia pergi ke Bireuen untuk mengambil uang di BCA.

Kemudian, pada 14 September itu Michel berangkat ke Cot Girek, Aceh Utara, menjumpai Suyatman alias Paklek.

“Suyatman dengan Michael adalah teman kerja mengelola nilam. Bahkan ada kebun nilam yang dibeli Michael harus atas nama Suyatman. Jika memakai nama Michael, orang tak mau jual kepadanya, karena alasan beda agama,” ujar Kasat Reskrim.

Michel merupakan WNI keturunan Tionghoa.

Michel datang ke Cot Girek menjumpai Suyatman, kabarnya untuk menagih utang.

Setibanya di sana, Suyatman mengajak Michel mengambil uang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas