Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hal yang Terjadi di 'Perut' Gunung Agung

pada fase-fase kritis, biasanya gunung aktif memiliki banyak potensi untuk meletus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hal yang Terjadi di 'Perut' Gunung Agung
earthexplorer.usgs.gov
Gambaran puncak Gunung Agung berdasarkan citra satelit earthexplorer. 

Kasbani menambahkan, saat ini Gunung Agung mengalami tren penggelembungan. Hal ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Bali ini.

"Ini kan kami memantau terus, ada tren penggelembungan atau mengembang. Istilahnya inflasi," kata pria yang sudah 27 tahun kerja di PVMBG sebagai pemantau gunung.

Namun, Kasbani belum bisa membeberkan besaran penggelembungan Gunung Agung karena sedang dihitung dan dilakukan pembandingan dengan pengamatan pada waktu sebelumnya.

Penggelembungan diukur dengan menggunakan lintasan IDM dan Telting serta pantauan satelit. Secara sederhana, penggelembungan adalah terdorongnya gunung ke arah atas skibat aktivitas magma di perut gunung.

"Jaraknya bisa meningkat, sudutnya juga karena ada sesuatu yang mendorong," kata Kasbani.

Tren Penggelembungan itu juga dibenarkan Sutopo. Hal ini dikatakan karena adanya pergerakan magma ke atas. Pergerakan magma ini ditandai keluarnya uap air di kawah Gunung Agung.

Sutopo mengibaratkan Gunung Agung seperti balon yang tertekan energi dan terus mengembung.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kalau ada energi yang tersumbat, ibaratnya balon dikasih energi, maka dia akan ada pengembungan,” ucapnya. (can/ful/tribunnews)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas