Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Impian Bripda Azan Meminang Kekasih Hati Pupus Sudah Setelah Peluru Menembus Kepalanya

Azan ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobilnya, Senin (9/10/2017) pagi, sekitar 30 meter dari rumah tunangannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Impian Bripda Azan Meminang Kekasih Hati Pupus Sudah Setelah Peluru Menembus Kepalanya
Istimewa
Anggota polisi Polsek Sungai Lilin yakni Bribda Azan Fikri ditemukan tewas dalam kondisi kepala tertembus peluru, Senin (9/10/2017) sekitar pukul 02.00 Wib, di Dusun VI Rawa Bening Desa Tri Tunggal, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUASIN - Impian Bripda Azan Fikri mempersunting pujaan hatinya, Resi binti H Basir (25) kini hanya tinggal kenangan.

Azan ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobilnya, Senin (9/10/2017) pagi, sekitar 30 meter dari rumah tunangannya di Dusun VI Rawabening Desa Tri Tunggal Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin.

Terdapat luka tembak tembus di kepalanya, sementara tangan kanannya masih memegang pistol.

Diduga Azan bunuh diri menggunakan pistol miliknya. Namun keluarga tidak percaya begitu saja.

Apalagi pada Minggu (8/10/2017) pagi, Azan pergi kondangan ke Palembang bersama Resi, dan malam harinya sempat ngobrol dengan Resti, ibunya Resi.

Baca: Mak Jariah dan Dedeh Tak Menyangka Dapat Bonus Satu Bulan Gaji Menteri Pertanian

"Kami dapat telepon dari keluarga yang beritahu pagi tadi. Tidak mungkin dia bunuh diri."

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kenal sifatnya. Dia orangnya mandiri, walau ada masalah bisa diselesaikan sendiri," kata Fitri (55), kakak kandung Azan ditemui Tribun Sumsel di kediaman Desa Talang Gelumbang Suak Bara, Kelurahan Seterio, Bayuasin III.

Azan merupakan personel Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin Polres Muba.

Fitri mengatakan, adiknya itu sudah bertunangan dengan Resi, bidan di Puskesmas Kecamatan Tungkalilir.

"Sehari-hari orangnya membaur dengan masyarakat, cuma kalau lagi sibuk dinas kadang tidak pulang sama sekali dan tinggal di Sungai Lilin sana."

"Dia mau nikah akhir tahun ini, sudah tunangan," tuturnya, dengan mata berkaca-kaca.

Baca: Kisah Perjuangan Tiada Henti Seorang Ibu di Jepang 10 Tahun Setelah Putrinya Dibunuh

Sementara ayahnya, Panani, tampak terpukul atas kepergian putra bungsunya itu.

"Ini sudah takdir, kami keluarga sudah ikhlas melepas kepergiannya," katanya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas