Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Terima Temannya Dikeroyok, Pelajar SMP Tikam Pelajar Lain Hingga Sekarat

Tak terima temannya dikeroyok, tersangka yang duduk dibangku kelas VIII ini geram dan langsung membalaskan dendam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tak Terima Temannya Dikeroyok, Pelajar SMP Tikam Pelajar Lain Hingga Sekarat
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Masyarakat dan para pelajar yang sedang memperingati hari cuci tangan sedunia di Kambang Iwak Palembang, Rabu (18/10/2017) pagi mendadak heboh dengan aksi penusukan yang dilakukan bocah SMP hingga menyebabkan korbannya sekarat.

Insiden tersebut terjadi usai adanya aksi pengeroyokan oleh pelajar inisial W (14) bersama rekannya terhadap Eric Valensia (14).

Akibat kejadian tersebut, Eric pelajar SMP Negeri 5 ini harus mengalami luka tusuk di punggungnya.

Baca: Wanita Cantik Alami Kenyataan Pahit Setelah Beri Tumpangan Kepada Pria Misterius dan Diminta Mandi

Bahkan saat dilarikan ke RS AK Gani BKB pisau yang digunakan pelaku masih menancap di punggung korban.

Menurut Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika antara pelaku dan korban mengikuti acara memperingati hari cuci tangan sedunia yang dihadiri pelajar SD dan SMP di Kambang Iwak.

Di tengah kegiatan teman tersangka dan korban terlibat perkelahian hingga menyebabkan lawan korban benjol.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Ketika Jenglot yang Ditemukan Dari Pantai Kenjeran Tiba-tiba Berdiri Sendiri Saat Malam

Tak terima temannya dikeroyok, tersangka yang duduk dibangku kelas VIII ini geram dan langsung membalaskan dendam.

Bermodalkan pisau yang diselipkan di ikat pinggang, pelaku langsung menusuk korban secara membabi buta dengan menusuk di bagian punggung menyebabkan korban sekarat.

"Teman saya dikeroyok korban jadi saya tidak terima. Dan spontan saja menusuk korban," jelas pelaku saat diamankan di Polsek IB I.

Ia menjelaskan, pisau yang ia gunakan diperoleh dengan membeli di situs jual beli online sejak satu bulan terakhir dengan harga Rp 129 ribu.

Baca: Beriniat Ikut Pilgub, Kakak Angkat Ahok Tulis Puisi Untuk Sulawesi Selatan

Warga Jalan Cinde Welan ini mengaku selalu membawa pisau untuk berjaga-jaga diri karena sering ditodong.

Sudah menusuk korban, saya langsung kabur. Pisau ini selalu saya bawa untuk jaga diri," ujar dia.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas