Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak

Didik pelaku utama tewas terkena timah panas polisi karena sewaktu dikeler petugas untuk menunjukkan rumah tersangka lain dan barbuk pilih kabur

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak
SURYA Online/Mohammad Rivai
Pelaku yang terkena peluru polisi saat dirawat di rumah sakit 

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP - Pembantai siswi MTs Alisa Hariyani (15) warga Jalan Merpati Gg. IV RT 02/RW 08 Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep, Madura, berhasil diungkap.

Pelakunya dua orang dan salah satunya bernama Didik Sugiyanto (20) warga Dusun Guwa RT 005 / RW 005, Desa Manding Timur Kecamatan Manding Kabupatan Sumenep.

Sedangkan satu terduga berinisial MA kini dalam pengejaran petugas.

Didik yang merupakan pelaku utama, akhirnya tewas terkena timah panas polisi sewaktu dikeler petugas untuk menunjukkan rumah tersangka lain dan hendak diminta menunjukkan barang bukti celurit yang dipakai menghabisi korban, berusaha kabur dan melawan petugas.

Timah panas yang menembus dada kirinya, mengakhiri jalan hidupnya dan tewas sewaktu dirawat di RSD dr H Moh Anwar, Sumenep.

Baca: Kasus Pembunuhan TKI Asal Aceh Ditangani Polisi Malaysia

“Pelaku ini terpaksa ditembak petugas karena berusaha melawan petugas ketika hendak kabur, sewaktu dikeler untuk menunjukkan barang bukti celurit dan rumah tersangka lain,” ujar Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora dalam jumpa pers, Sabtu (28/10/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakan, sebelum pelaku ditembak mati petugas, pelaku mengakui perbuatannya mencacah tubuh korban Alisa Hariyanialias Lia.

Pelaku nekat karena ada dugaan cinta segitiga dan korban, pacar korban dan pelaku.

Bahkan pelaku mengaku dendam kepada korban dan pacarnya yang diketahui bernama Syukri, karena sesuai pengakuan pelaku, rumah pelaku kerapkali dijadikan tempat bercinta antara korban dan pacarnya.

Di samping itu kuat dugaan juga pelaku suka kepada korban, namun tidak bersambut baik oleh korban sehingga kemudian pelaku merencankan menghabisi korban dan pacarnya.

Baca: Berawal dari Cinta Segitiga, Nyawa Andi Berakhir di Sumur Tua

“ Korban Lia dan pacarnya, Syukri, memang menjadi target pembunuhan oleh pelaku. Tapi korban Lia yang targetnya tercapai,” jelasnya.

Dijelaskan pula, modus operandi pembantaian Lia, dilakukan pada Sabtu malam lalu.

Pelaku pura-pura mengajak jalan-jalan mengisi malam minggu ke suatu tempat di daerah Kecamatan Dasuk.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas