Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BREAKING NEWS: Julio da Silva Tewas Terkena Tikaman di Punggung

Perkelahian terjadi antarpemuda yang sudah dalam kondisi mabuk Miras (minuman keras/beralkohol), diduga dipicu dendam persoalan lama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in BREAKING NEWS: Julio da Silva Tewas Terkena Tikaman di Punggung
Net
Ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan Pos Kupang Edy Bau

TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Bentrok antarpemuda, Julio da Silva alias Sudin alias Ucil (24), Warga Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tewas.

Ucil tewas karena luka tikam pada bagian punggung di tempat pesta, Selasa (31/10/2017).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua untuk mendapat pertolongan medis namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim, Iptu Jemy Noke tidak membantah Julio merupakan korban perkelahian.

Perkelahian terjadi antarpemuda yang sudah dalam kondisi mabuk Miras (minuman keras/beralkohol), diduga dipicu dendam persoalan lama.

Baca: Bea Cukai Atambua Segel Kontainer Diduga Berisi Rangka dan Mesin Harley Davidson

Rekomendasi Untuk Anda

Jemy Noke menjelaskan kejadian berawal ketika para pelaku dan korban mengikuti pesta sambut baru di wilayah Sesekoe, Kelurahan Umanen.

Diduga karena sudah dipengaruhi miras, terjadi salah paham di antara mereka sehingga memicu perkelahian.

Melihat perkelahian itu, para orangtua mengusir kedua pihak untuk keluar dari tempat pesta.

"Mereka salah paham dan berkelahi lalu dilerai oleh orangtua disuruh pulang namun di luar mereka baku tikam dan korban meninggal," jelas Jemy saat dikonfirmasi Selasa siang.

Informasi yang diperoleh, lanjut Jemy, tiga hari sebelumnya, pihak pelaku dan korban terlibat perkelahian.

Perkelahian melibatkan pemuda dari wilayah Onoboi dengan pemuda dari Sesekoe.

Baca: Diduga Keracunan, Bocah Kelas 3 SD di Kupang Tewas Usai Memakan Daging Anjing

"Saat itu mereka didamaikan namun namanya masalah anak muda, diduga masih ada dendam setelah perdamaian itu sehingga hari ini terjadi lagi," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas