Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Bayi Kembar Empat, Satu per Satu Putri Annisa Itu Meninggal Dunia

Annisa dan suami telah memberinama keempatnya yaitu Chorina, Chorima, Chorisa, dan Chorida

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kisah Bayi Kembar Empat, Satu per Satu Putri Annisa Itu Meninggal Dunia
istimewa
Bayi kembar 4 

Laporan Wartawan Bangka Pos Idandi Meika Jovanka

TRIBUNNEWS.COM,  BANGKA - Kebahagian pasangan Riski Annisa Tamala (22) dan Adriyanto (41) yang mendapat bayi kembar empat harus pupus.

Empat putrinya harus lebih cepat menghadap sang khalik.

Siang itu Senin (4/12/2017), pukul 15.00 WIB Riski Annisa Tamala tidak menyangka harus kehilangan keempat buah hatinya.

Warga Jalan Muntok Kampung Kramat Pangkalpinang ini mengungkapkan kedukaannya begitu mendalam menerima musibah secara berurutan.

Satu per satu putri yang dilahirkannya dipanggil menghadap Sang Maha Kuasa.

"Mereka sudah diberikan nama, yaitu Chorina, Chorima, Chorisa, dan Chorida," kata Riski

Rekomendasi Untuk Anda

Riski menceritakan bagaimana ia bersusah payah melahirkan empat bayinya itu. Satu di antara empat bayi sulit dikeluarkan karena posisinya yang melintang.

Baca: Calon Bayi Ditawari Iklan, Sandra Dewi Tak Terima Semua karena Ingat Pesan Sang Suami, Ini Katanya

Melalui pertolongan tim medis, empat bayi berhasil dilahirkan meskipun bobot berat tubuh hanya 1kg, 1,1kg, 9 ons, dan 1kg.

Proses melahirkan prematur membuat keempat putrinya harus ditangani secara intensif terutama perihal berat badan yang ringan.

Chorima, bayi kedua langsung dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang buat di inkubator. Lalu, ketiga anak lainnya mesti menunggu dan dirujukan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno.

Satu hari pasca melahirkan, Riski harus menerima kenyataan bahwa Chorisa, bayi ketiganya meninggal dunia.

Ia mengaku kala itu pasrah karena dokter pernah mengatakan tidak bisa menjanjikan jika seluruh anaknya bisa bertahan. Selain itu, berat tubuh 9 ons membuat bayinya menderita kelainan, Rabu (22/11).

Riski mengaku semakin terpuruk, selang dua hari Rumah Sakit Provinsi mengabarkan jika bayi pertama dan keempat tidak bisa bertahan.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas