Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Liburan Jadi Petaka, Ditinggal Sebentar Nuraini Sudah Terapung di Kolam Renang

Niatnya membawa anggota keluarga berenang di kolam renang, malah mendapati satu anggota keluarganya tenggelam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Liburan Jadi Petaka, Ditinggal Sebentar Nuraini Sudah Terapung di Kolam Renang
Polisi mendatangi tempat kejadian perkara di kolam renang (Tribunlampung.co.id/Andre Heru Jatmiko) 

"Jenazah korban telah diserahkan dan dimakamkan pihak keluarga di Kota Agung Tanggamus. Bahkan menurut informasi malam tadi pengelola mendatangi keluarga korban di kediamannya. Garis polisi masih akan saya pasang sampai semua diusut tuntas," tandasnya.

Bagaimana jika menemukan korban tenggelam? Apa yang harus dilakukan.

Dokter Umum Endang Budianti mengatakan, pertolongan pertama terhadap korban tenggelam adalah dengan berteriak untuk menarik perhatian orang lain di sekitar, supaya dapat segera membantu memberi pertolongan.

"Terlepas dari seseorang bisa membantu langsung maupun tidak, tidak ada salahnya meminta bantuan orang agar lebih mudah menolong korban," ujar Endang, Kamis (28/12/2017).

Selanjutnya, Endang menyarankan untuk menghubungi layanan darurat, terutama jika melihat korban sudah dalam keadaan mengambang dengan posisi tengkurap.

Jangan panik saat melihat korban tenggelam. Lihat sekeliling untuk mencari alat yang dapat membantu. Jka korban tidak terlalu jauh, cobalah memanggil dan menenangkannya.

Kemudian, jika mampu, cobalah meraih tangan korban atau menggunakan tali dan alat bantu lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, apabila jarak korban tenggelam tidak tercapai dapat melemparkan pelampung atau benda lain yang dapat membantunya tetap mengambang di permukaan air.

Selanjutnya memberikan pertolongan CPR dengan hati-hati.

Ketika korban tenggelam berhasil dibawa ke darat, segera baringkan. Jika korban tidak bernapas, lakukan pertolongan CPR (Resusitasi Jantung Paru) dengan menekan telapak tangan di bagian tengah dada.

Jika perlu, dapat membantu menekan dengan menggunakan dua tangan yang saling tindih. Tekan sedalam kurang lebih 5 cm dengan hati-hati sebanyak 30 kali dengan kecepatan sekitar 100 kali tekanan per menit.

Pastikan dada kembali ke posisi semula sebelum ditekan kembali. Kemudian periksa apakah korban sudah bernapas.

Bila korban belum juga bernapas, coba membuka jalan pernapasan dengan mengangkat dagu korban.
Namun, hati-hati saat memegang leher korban, karena ada kemungkinan terjadinya cedera leher atau tulang belakang.

Pencet hidung korban, kemudian tiupkan udara ke arah mulut korban.

Tiupkan dua kali dalam satu detik. Perhatikan apakah dada mengembang saat udara ditiup.

Kemudian kembali ke prosedur menekan dada 30 kali. Lakukan secara bergantian sebelum pertolongan darurat datang.

Tetap tenang saat mencoba membantu korban tenggelam. Hindari tindakan tergesa-gesa yang dapat membahayakan diri orang yang akan menolong. Lalu, segera hubungi layanan darurat yang menyediakan pertolongan ahli.(Andre Heru Jatmiko)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas