Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Air Danau Blimbing Gunungkidul Tiba-tiba Kering

Danau dadakan atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul mendadak kering.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Air Danau Blimbing Gunungkidul Tiba-tiba Kering
Tribun Jogja/Rendika Ferri
Seorang warga menunjukkan air dari danau atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul yang hilang seketika, Senin (22/1/2018). TRIBUN JOGJA/RENDIKA FERRI 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Danau dadakan atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul mendadak kering.

Air yang tertampung di dalam luweng hilang seketika.

Dasar luweng semakin luas dan dalam akibat ambles dan terkena erosi.

Kejadian tersebut diceritakan oleh warga setempat, Suharto, petani yang sehari-hari bercocok tanam di sekitar luweng.

Fenomena mengeringnya air danau secara mendadak tersebut terjadi pada Minggu (21/1/2018) siang.

Sekitar pukul 14.00 WIB siang, air masih memenuhi danau.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Rebutan Senjata Api Gara-gara Berpapasan di Tempat Parkir, Kader Gerindra Tewas, Briptu AR Dikeroyok

Saat memanen kacang, Suharto tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari dasar danau.

Air yang ada di dasar danau perlahan-lahan menyusut.

Lapisan tanah di pinggir danau juga tergerus ke dasar dan bertambah luas hingga belasan meter.

Air di dalam danau baru benar-benar surut pada pukul 16.00 WIB.

Danau Blimbing Tiba-tiba Kering
Wajah baru Luweng Blimbing di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Kamis (6/12/2017). Seusai banjir besar dua pekan lalu, tebing-tebing di sekitar luweng runtuh atau ambrol. Luas area luweng dari semula 20x40 meter, kini jadi lebih kurang 2 hektare. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGO

"Saya itu sedang memanen kacang di ladang saya tidak jauh dari luweng baru itu. Tiba-tiba ada suara gemuruh begitu, lalu saya periksa. Air di danau itu bergerak, menyusut. Tanah yang ada di pinggir danau ikut terbawa ke dasar," ujar Suharto, Senin (22/1/2018).

Diberitakan Tribun Jogja.com, Selasa (12/12/2017), Hujan dahsyat efek Siklon Tropis Cempaka 27-29 November 2017 menguak sebagian misteri kawasan karst Gunungkidul.

Jutaan meter kubik air hujan menggelontor, memenuhi saluran besar dan kecil sistem akuifer bawah tanah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas