Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dituding Hanya Pencitraan, Jawaban Ganjar Pranowo Tak Terduga

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunggah cuitan balasan untuk kritik yang disampaikan warganet untuknya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Dituding Hanya Pencitraan, Jawaban Ganjar Pranowo Tak Terduga
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
PASAR LEGI - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sidak di Pasar Legi. Solo, Sabtu (20/1/2018). Pasar Legi segera direvitalisasi karena kondisinya sudah tidak sehat dan memungkinkan bagi pedagang berjualan di sana. TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suci Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunggah cuitan balasan untuk kritik yang disampaikan warganet untuknya.

Cuitan balasan Ganjar Pranowo bertuliskan, "Ada no telp ybs? salam hangat buat pak Sudirman Said... semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT."

Balasan Ganjar tersebut ditujukan untuk sebuah kritikan yang ditulis oleh akun dengan nama @AR7Heaven pada 27 Januari 2018.

Baca: Pasangan Ganjar-Yasin Dapat Restu Para Kiai Ploso dan Lirboyo

Akun tersebut menuliskan Gabener @ganjarpranowo

Katanya Pro Wong Cilik, 
Katanya..bla..bla.. janji2 palsu dibungkus dengan pencitraan mulu

Rekomendasi Untuk Anda

Noh baca keluhan Dari Rakyat loe

#SudirmanSaid
#SaveJateng

Kritikan ini pun memancing aksi saling balas komentar antara pendukung Ganjar dan pengkritik Ganjar.

Cuitan yang bernada kritik tersebut berawal dari sebuah akun dengan nama @BudiSariyanto3.

Akun tersebut menuliskan sebuah curhatan tentang keadaan ekonomi keluarganya yang sedang tidak bagus lantaran sudah menganggur selama 10 tahun.

Budi Sariyanto yang mengaku sebagai warga Mijen menuliskan ia memiliki empat orang anak dan ketiga anaknya perlu biaya sekolah.

Ia mengeluhkan jika ia masih harus membayar SPP anaknya yang bersekolah di sebuah SMA Negeri Semarang padahal sudah mengajukan surat keterangan tidak mampu.

Menurut Budi, kepala sekolah SMA tersebut tidak mau tahu tentang keadaan ekonominya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas