Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cekcok di Dalam Angkot, Istri Dianiaya Hingga Terjatuh dari Angkot dan Tewas

Cekcok di dalam angkutan umum, seorang istri ‎diduga tewas di tangan suaminya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Cekcok di Dalam Angkot, Istri Dianiaya Hingga Terjatuh  dari Angkot dan Tewas
istimewa/ tribunnewsbogor.com
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA - Cekcok di dalam angkutan umum, seorang istri ‎diduga tewas di tangan suaminya.

Peristiwa ini terjadi, hari Sabtu (27/1/2018) lalu, saat Sri Rahayu (39) dan suami sirinya Nur Khamid (40) ribut di dalam angkot bernopol H 1055 BB dan tengah melintas di Desa Bener, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Ditengarai, Rahayu disiksa sebelum disebut Khamid terjatuh dari angkot yang ia kendarai.

Rahayu merupakan seorang karyawan pabrik briket arang dan beralamat Dusun Macanan RT 07 RW II, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Saat divisum, tubuhnya diketahui mengalami luka lebam di beberapa bagian termasuk sobek pada kepala belakang.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana bersama timnya tiba di rumah korban, Sabtu (27/1/2018) malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sana ia mendapatkan keterangan jika sebelum kejadian korban bersama terduga pelaku yang tak lain adalah suami korban, Nur Khamid (40) warga Dusun Krajan RT 03 RW II, Bener, Kecamatan Tengaran.

"Mereka suami istri dan menikah siri, sementara saat sedang di dalam angkot di sekitar Desa Bener keduanya sempat cekcok. Terduga pelaku sempat mengantar korban ke Rumah Sakit Tentara Dr Asmir Salatiga. Namun sampai di sana kondisi korban sudah meninggal," jelasnya, Minggu (28/1/2018).

Jenazah perempuan tiga anak tersebut kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Macanan.

Mendengar pengakuan Khamid, pihak keluarga korban tidak percaya begitu saja.

Apalagi pada tubuh korban terdapat luka lebam.

Kesangsian keluarga juga diperkuat keterangan Bidan Desa Tajuk, Reni.

Dari pemeriksaan visum luar tim medis Puskesmas Getasan, tercatat pada jasad Rahayu ada luka lebam di pipi dan lengan kiri.

"Kemudian luka lecet di tangan kanan. Ditambah dari hidung dan telinga keluar darah. Atas temuan ini, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Getasan," lanjut Yusi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas