Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Komentar Mahfud MD Saat Mengunjungi Keluarga Guru Budi yang Tewas Aniaya Muridnya

Tragedi siswa menganiaya guru di Sampang Madura mengguncang dunia pendidikan di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Ini Komentar Mahfud MD Saat Mengunjungi Keluarga Guru Budi yang Tewas Aniaya Muridnya
(KOMPAS.com/Taufiqurrahman)
Mahfud MD saat bedialog dengan istri almarhum Ahmad Budi Cahyono, Sianit Shinta, Minggu (4/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, SAMPANG  - Tragedi siswa menganiaya guru di Sampang Madura mengguncang dunia pendidikan di Indonesia.

Sejumlah tokoh dan pemimpin bangsa menyesalkan peristiwa itu terjadi.

Tak terkecuali mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, yang menyampaikan komentar menohok soal runtuhnya budaya menghormati guru dan orangtua.

Baca: Bayi Asal Kerinci Meninggal di Malaysia, Kisahnya Bikin Haru

Mahfud MD memberi perhatian besar terhadap kasus tewasnya Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, seusai dianiaya muridnya.

Mahfud bersama rombongan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyambangi rumah almarhum Budi di Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (4/2/2018).

Menurut laporan Kompas.com yang dikutip Surya.co.id, Mahfud diterima janda almarhum, Sianit Shinta dan ayah Budi, M Satuman Ashari, serta keluarga Budi lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Mengharukan, Rumah Guru Budi yang Tewas Dianiaya Muridnya Terus Kebanjiran Pelayat

Mahfud mengatakan, wafatnya Budi pada Kamis (1/2/2018) semata-mata merupakan runtuhnya moralitas pendidikan.

Banyak anak-anak sudah tidak menghormati orang tua.

Kondisi ini menjadi tantangan semua kalangan ke depan.

"Orang tua, masyarakat, tokoh masyarakat dan pondok pesantren memiliki tugas sentral untuk membangun mentalitas pendidikan dan penguatan ahlak, budi pekerti sejak dini kepada anak-anak," ujar Mahfud.

Baca: Pengunggah Postingan Penganiayaan Santri di Garut Tidak Bermaksud Meresahkan Warga

Menurut pria kelahiran Sampang tersebut, era globalisasi melahirkan dunia baru berupa proxy war yang mengarah saling merusak mental bangsa.

Akar budaya bangsa mudah tergerus jika generasinya tidak memiliki karakter dan moralitas yang kuat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas