Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Putu Sudiasa Selamat Dari Sabetan Celurit Berkali-kali Berkat Pertolongan Sekuriti

Karena perkelahian tidak berhenti, sekuriti mengambil kayu memukul tangan pelaku hingga sabitnya terjatuh

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Putu Sudiasa Selamat Dari Sabetan Celurit Berkali-kali Berkat Pertolongan Sekuriti
Istimewa
Korban penganiayaan saat dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesal selalu dijanjikan pekerjaan namun tak kunjung terealisasi, Nyoman Mindra (50) tega menganiaya I Gede Putu Sudiasa (35).

Penganiayaan terjadi ketika keduanya dalam satu mobil menuju Bali Jet Zet Water Sport Tanjung Benoa, Senin (12/2).

Awalnya Mindra mengajak temannya bertemu di hotel Nusa Dua Beach pukul 08.00 Wita.

Menggunakan mobil Karimun bernopol DK 1479 GQ milik korban, keduanya menuju Bali Jet Zet Water Sport Tanjung Benoa untuk meminta pekerjaan.

Baca: Sadis, Pria Ini Sabet Kepala Korbannya Berkali-kali Pakai Senjata Tajam

Di perjalanan menuju Tanjung Benoa, pelaku sempat berkata: 'ah, kamu bohongin saya'. Kemudian korban ditampar sebanyak dua kali.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu HA Muh Nurul Yaqin menuturkan, saat sampai di Hotel Bali Tropic di Jalan Pratama, Nusa Dua, pelaku mengeluarkan sabit dan menebas kepala korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena kesakitan, korban turun dari mobil dan lari sejauh 70 meter. Pelaku terus mengejar korban.

"Ia dikejar pelaku dan disabet lima kali. Pas di depan Bali Tropic, ia ditebas lagi tapi ditangkis dengan tangan kanannya. Nah, kenalah punggung tangannya," ujar Iptu Yaqin didampingi Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Nengah Patrem.

Penganiayaan itu dilihat sekuriti sekitar TKP.

Karena perkelahian tidak berhenti, sekuriti mengambil kayu memukul tangan pelaku hingga sabitnya terjatuh.

Pelaku akhirnya ditangkap. Sementara, korban dilarikan ke Rumah Sakit BIMC Nusa Dua.

Korban asal Penebel, Tabanan itu mengalami luka tebas di atas telinga kiri, punggung, dan tangan.

Baca: Kepolisian Mulai Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Tangerang

"Dari hasil interograsi terhadap pelaku, ia mengaku sakit hati karena sering dijanjikan pekerjaan, tapi tidak ada kepastian dan diulur-ulur terus," imbuh Iptu Yaqin.

Yaqin menambahkan, pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

Pelaku mengakui tindakan penganiayaan terhadap rekannya itu karena emosi. (Tribun Bali/Widyartha Suryawan)

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas