Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pria Ini Bawa Kabur Belasan Sepeda Motor, Uangnya Digunakan untuk Judi Online

Kapolsek Bojongloa Kaler Kompol Apong Wasrun menjelaskan, kasus itu terungkap setelah ada laporan dari korban yang ditipu pelaku.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Pria Ini Bawa Kabur Belasan Sepeda Motor, Uangnya Digunakan untuk Judi Online
ilustrasi pencurian 

TRIBUNNEWS.COM - GG (30) harus merasakan dinginnya hotel prodeo setelah ditangkap petugas Polsek Bojongloa Kaler karena melakukan penipuan terhadap korban yang menjual kendaraan bermotornya secara online.

Tindakan tersebut dilakukan GG lantaran kecanduan judi online sepak bola.

Kapolsek Bojongloa Kaler Kompol Apong Wasrun menjelaskan, kasus itu terungkap setelah ada laporan dari korban yang ditipu pelaku.

Baca: Habib Rizieq Putuskan Tunda Pulang ke Indonesia Setelah Jalani Salat Istikharah Sebanyak 3 Kali

"Korban ini menjual motor secara online di media sosial Facebook, kemudian di-chat oleh pelaku yang berpura-pura akan membelinya. Mereka pun janjian bertemu di suatu tempat," jelas Apong di Mapolsek Bojongloa Kaler, Bandung, Selasa (20/2/2018).

Keduanya pun bertemu, di situlah pelaku melakukan aksi penipuannya dengan berpura-pura hendak membeli kendaraan milik korban.

Setelah harga disepakati, pelaku kemudian menanyakan STNK dan BPKB kendaraan dengan alasan untuk dicocokkan dengan mesin motor.

BERITA TERKAIT

"Padahal, STNK dan BPKB motor korban dimasukkan ke kantong pelaku. Kemudian pelaku mengetes mesin kendaraan dengan menyalakan motornya sambil menumpangi kendaraan, saat itu pelaku membawa kabur motor korban," kata Apong.

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Bojongloa Kaler kemudian melakukan penyelidikan. STNK dan BPKB korban pun diblokir. Pengungkapan kasus ini pun terjadi saat pembeli kendaraan itu tengah memperpanjang STNK ke Samsat.

"Si orang kedua pembeli itu memperpanjang STNK ke Samsat, padahal sudah diblokir. Petugas Samsat koordinasi dengan Reskrim, ternyata betul motor tersebut hasil kejahatan," ujar Apong.

Mendapatkan informasi itu, petugas kemudian mencari pelaku dan berhasil menangkapnya. Menurut Apong, sasaran pelaku adalah korban yang mengiklankan penjualan motornya melalui media sosial.

Apong menyebutkan, ini kasus baru penipuan kendaraan bermotor dengan modus penipuan melalui media sosial. "Sasarannya motor sport, seperti Ninja R, CBR, dan N-Max. Pelakunya juga kebanyakan orang jauh, seperti orang Purwakarta atau Subang," ucapnya.

Menurut dia, korban telah melakukan kegiatan ini berkali-kali di wilayah hukum Polsek Bojongloa Kaler, Polsek Bacip, Polsek Regol, dan Polsek Cicendo.

"Hasil pemeriksaan, tersangka telah melakukan perbuatannya 13 kali di wilayah Bandung, tak menutup kemungkinan di wilayah lainnya juga, kemungkinan lebih dari itu," kata Apong.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas