Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Divonis Segini, Kuasa Hukum Terdakwa Pembunuhan Driver Taksi Online Pikir Pikir

Kuasa hukum berpendapat pledoi yang bacakan hakim sebagai pertimbangan tidak dibacakan secara utuh

Divonis Segini, Kuasa Hukum Terdakwa Pembunuhan Driver Taksi Online Pikir Pikir
net
Ilustrasi palu hakim 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Hakim tunggal Sigit Widodo memvonis berbeda dua terdakwa pembunuhan sopir taksi online IJ dan DY.

Sidang pembacaan vonis ini digelar terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (27/2/2018).

IJ divonis 10 tahun penjara sedangkan DY diganjar hukuman sembilan tahun penjara.

Atas putusan hakim ini, kedua terdakwa didampingi kuasa hukumnya menyatakan masih pikir pikir, begitupun dengan tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang.

Kuasa hukum terdakwa IJ, Windy Arya Dewi, mengatakan, putusan hakim ini telah mengesampingkan Undang Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

"Tidak adanya hal hal yang meringankan terdakwa, maka putusan ini telah mengesampingkan UU SPPA. Perkara anak wajib dilaksanakan dengan pendekatan restorative justice atau keadilan yang memulihkan. Bukan dendam atau penjeraan," kata Windy.

Menurut Windy, hukuman penjara merupakan pilihan paling akhir apabila tidak ada cara lain yang lebih baik.

Baca: Istri Driver Taksi Online Kecewa Pembunuh Suaminya Hanya Divonis 10 Tahun

"Apapun yang dilakukan anak, mereka adalah anak anak. Bukan kriminal, bukan penjahat. Berdasarkan pasal 2 UU SPPA, kepentingan terbaik anak, perampasan kemerdekaan dan pemidanaan sebagai upaya akhir. Ini juga diatur dalam konvensi Hak Anak pasal 37 (b)," katanya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas