Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemkot Bogor Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran akan Pentingnya Asupan Gizi seimbang

Banyak ibu rumah tangga yang bangga dengan anaknya yang tampak gemuk, padahal jika berlebihan bisa mengalami obesitas akibat gizi lebih.

Pemkot Bogor Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran akan Pentingnya Asupan Gizi seimbang
dok. Pemerintah Kota Bogor

Banyak ibu rumah tangga yang bangga dengan anaknya yang tampak gemuk. Padahal bisa jadi anak tersebut sebetulnya mengalami obesitas akibat gizi lebih. Sebaliknya banyak juga para ibu yang cemas, melihat anaknya kurus dan tinggi badannya tidak bertambah dalam waktu yang cukup lama. Wajar mereka cemas, karena anak-anak yang kurus atau tinggi badannya lambat bertambah, bisa jadi sebetulnya mengalami kekurangan gizi.

Gizi kurang dan gizi berlebih serta tinggi badan anak yang tidak bertambah, merupakan permasalahan gizi. Belakangan ini permasalahan gizi yang muncul, cenderung memang tidak hanya selalu soal kekurangan gizi. Permasalahan gizi juga muncul pada anak-anak yang mengalami gizi lebih sehingga mengalami obesitas serta anak-anak yang tinggi badannya lambat bertambah atau yang disebut dengan stunting.

Stunting adalah istilah untuk menunjukan kondisi pertumbuhan badan anak yang pendek. Jika badan anak lebih pendek dari dari teman-teman seusianya dan tinggi badannya tidak bertambah maka hal itu perlu diwaspadai. Ada kemungkinan anak itu memiliki masalah dengan pemenuhan gizi. Seorang ahli gizi mengingatkan, stunting merupakan indikator yang menunjukan proses kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu lama.

Apabila kekurangan gizi terjadi dalam waktu yang singkat, tanda yang muncul pertama, biasanya berat badan anak akan turun. Jika kekurangan gizi tersebut tidak segera diatasi, stunting kemungkinan besar akan terjadi. Anak yang mengalami stunting biasanya akan mengalami gangguan pertumbuhan lainnya. Termasuk pertumbuhan otak anak, sehingga kemampuan kognitif anak akan lemah.

Pertumbuhan tinggi badan anak bisa dilihat dengan melihat kurva pertumbuhan sejak anak lahir. Disitulah maka pertumbuhan badan anak penting dipantau melalui kegiatan penimbangan anak seperti yang berlangsung di berbagai Posyandu. Bukan hanya berat badan anak yang perlu diukur, melainkan juga tinggi anak perlu diukur untuk memantau pertumbuhan tinggi badannya.

Jadi anak-anak yang mengalami gizi kurang tidak selalu tampak kurus melainkan bisa juga pendek. Kedua-duanya berbahaya, sebab anak yang kurang gizi, kesehatan dan kecerdasannya akan terganggu dalam masa pertumbuhannya. Begitupun dengan anak yang  mengalami gangguan kelebihan gizi atau obesitas. Oleh karena itu keseimbangan asupan gizi pada anak dalam masa pertumbuhan menjadi penting. Kata kunci pada pemenuhan gizi anak adalah pada keseimbangannya.

Menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Ida Jubaedah SKM,Msi, terdapat fenomena ketidak seimbangan asupan gizi pada anak-anak. Hal itu dapat dilihat dari kebiasaan anak-anak pada saat makan di rumah, di sekolah serta pada kebiasaan mereka jajan.

“Tampaknya mereka kurang sekali mengkonsumsi buah dan sayur,” katanya.

Padahal sayuran dan buah merupakan makanan yang perlu dikonsumsi anak-anak supaya asupan gizi mereka menjadi seimbang.

Ida mengingatkan para ibu untuk membiasakan anak-anaknya memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas