Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Warga Masih Mencium Bau Amis dan Busuk di Rumah Didik Pengecor Mayat Fitri

Tetangga Didik, Sukardi mengatakan semenjak bak mandi dibongkar, bau amis dan busuk masih sering tercium oleh warga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Masih Mencium Bau Amis dan Busuk di Rumah Didik Pengecor Mayat Fitri
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Rumah Pembunuh dan Pengecor Mayat Fitri. TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO 

Setelah menjenguk istri tersangka, korban diajak korban menuju rumahnya di Desa Puguh, Boja.

"Sebelum membunuh korban, tersangka dan korban melakukan hubungan suami istri di rumah tersangka. Setelah itu, si korban ke belakang rumah guna mencuci baju. Saat itu lah tersangka menghampiri korban untuk menagih utang," jelasnya.

Baca: Fifi Lety Indra Ogah Sebut Nama Buni Yani Usai Sidang PK Ahok

Ditagih utangnya, Fitri pun marah dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada tersangka.

Tidak terima terhadap perlakuan Fitri, Didik pun tersulut emosi dan langsung mendorong korban hingga terjatuh.

Melihat Fitri terjatuh, dia makin membabi buta. Didik terus mencekik Fitri seakan tidak ada menghalangi aksinya.

Hingga akhirnya Fitri kehabisan nafas dan tewas di tangan Didik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Merasa panik melihat korban tak bernyawa dan sekujur tubuhnya membiru, tersangka langsung mengangkat dan memasukkan tubuh korban kedalam bak mandi," ujarnya.

Untuk menutupi perbuatan tersangka, Aris mengatakan tersangka pergi keluar rumah untuk membeli semen satu sak untuk digunakan mengecor jasad Fitri yang berada di dalam bak mandi.

Sebelum dicor, tubuh Fitri terlebih dahulu ditimbun pasir.

"Tersangka melakukan pengecoran dua kali, setelah itu tersangka menjemput pulang istrinya yang sedang sakit kembali ke rumah," ujarnya.

Didik pun langsung bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa di hadapan istrinya.

Saat polisi mencari barang bukti di rumah Didik di Puguh Boja Kendal, justru menemukan mayat perempuan telanjang dalam kondisi dicor dalam bak mandi, Jumat (23/2) sore. Polisi bongkar kamar mandi itu
Saat polisi mencari barang bukti di rumah Didik di Puguh Boja Kendal, justru menemukan mayat perempuan telanjang dalam kondisi dicor dalam bak mandi, Jumat (23/2) sore. Polisi bongkar kamar mandi itu (tribunjateng/dhian adi putranto)

Mayat Posisi Telanjang
Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Didik Ponco (28) terhadap Fitri Anggraeni terbilang sangat keji.

Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, Didik memasukan jasad korban kedalam bak mandi ukuran panjang dan lebar 1 meter dengan kedalaman satu meter.

Fitri tewas akibat dicekik menggunakan selendang saat cekcok masalah piutang.

Didik tidak terima dengan ucapan Fitri sehingga dia melakukan tindakan pembunuhan itu.

Kasus itu terbongkar saat Didik Ponco tertangkap oleh kepolisian Polres Kendal karena kasus pembegalan di desa Tampingan Boja pada Jumat (23/2/2018) pagi.

"Pada Jumat siang kami menangkap tersangka, setelah diinterogasi lebih mendalam tersangka juga mengaku dirinya juga melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita dan mayatnya dicor di dalam bak mandi," ujar Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, Jumat (23/2/2018).

Jenazah Fitri ditemukan di dalam bak mandi dengan kondisi telanjang yang hanya menyisakan pakaian dalam bagian atas saja.

Zaenuri, warga sekitar menjelaskan saat bak mandi itu dibongkar, korban ditemukan dengan kondisi kepala tertutup dengan plastik dengan posisi duduk telentang dan tangan terikat ke belakang.

"Saat bak mandi dibongkar bau busuk langsung menyebar luas," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas