Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menelisik Kehidupan 'Wanita Malam' di Puncak Bogor: Berbaur Agar Profesinya Tak Dicurigai Warga

Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Puncak Bogor cukup sulit dideteksi warga.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menelisik Kehidupan 'Wanita Malam' di Puncak Bogor: Berbaur Agar Profesinya Tak Dicurigai Warga
istimewa/ tribunnewsbogor.com
PSK Maroko yang kerap beroperasi di Kawasan Puncak dideportasi pihak Imigrasi Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Puncak Bogor cukup sulit dideteksi warga.

Hal itu terjadi karena para PSK kerap berbaur dengan masyarakat sekitar.

Bahkan beberapa dari mereka merangkap profesi agar tidak mudah dicurigai.

Seorang warga Puncak yang mengenal betul aktivitas mereka, Boni (nama samaran) mengatakan bahwa PSK di Puncak bukan warga Bogor dan cukup pandai menyembunyikan diri.

Menurutnya, dalam kesehariannya mereka berbaur dengan warga sekitar dan bertingkah mengikuti lingkungannya.

Baca: Mantan Karyawan Ungkap Pernah Cairkan Uang Jemaah Untuk Bayar Hotel Bos First Travel di Inggris

Rekomendasi Untuk Anda

"Dia ngekos di suatu tempat, ngakunya pekerjaan lain. Saya tahu jelas karena sering ketemu dengan mereka-mereka. Mereka di lingkungan, normal, dia kalau di lingkungan punya aturan kan ya, mereka berperilaku seperti warga setempat," ujarnya ketika ditemui TribunnewsBogor.com di kawasan Puncak Bogor.

Ia juga mengatakan bahwa beberapa waktu ke belakang pun sempat ada PSK yang profesinya terendus warga yang kemudian diusir oleh pemilik kos.

Terkait alasan kenapa mereka menjadi PSK, Boni menjelaskan bahwa di Puncak hampir tidak ada lagi alasan klasik terpaksa menjual diri untuk menafkahi keluarganya.

Baca: Wanita Cantik yang Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terikat Di Bogor Punya Tato di Punggung

Karena menurutnya di dalam aktivitasnya mereka sering berpesta menghabiskan uang dan minum minuman keras.

"Jadi emang mereka niatnya mencari uang dengan mudah dengan menjual diri. Kalau dulu mungkin tahun 70 atau 80-an ada, sekarang mah udah profesional, kan hubungan saja pakai HP, mereka janjian dimana gitu japri," katanya.


Layani Tamu Asal Timur Tengah

TribunnewsBogor.com sempat menemukan segerombolan anak muda tamu Timur Tengah mengunjungi sebuah tempat wisata di kawasan Puncak.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas