Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Hasil Olah TKP Kecelakaan yang Menewaskan 6 Orang, Utamanya Faktor Ini

Enam orang meninggal dan tujuh orang mengalami luka-luka saat truk pengangkut kedelai menyeruduk mobil pikap dan lima sepeda motor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ini Hasil Olah TKP Kecelakaan yang Menewaskan 6 Orang, Utamanya Faktor Ini
capture video
Truk Seruduk Mobil dan Motor Tewaskan 6 Orang di Brebes, Warga Sempat Berteriak Sopir Banting Stir 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNNEWS.COM, BREBES - Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (21/3/2018).

Dalam kecelakaan itu, enam orang meninggal dan tujuh orang mengalami luka-luka saat truk pengangkut kedelai menyeruduk mobil pikap dan lima sepeda motor.

Hasil analisis sementara tim dari Ditlantas Polda Jateng, truk melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju utara (Tegal/Brebes) melalui jalan layang (flyover) Kretek.

Saat di turunan flyover yang cukup curam, kecepatan truk bertambah.

Di turunan tersebut, kemungkinan sopir truk melambatkan kendaraan dengan menginjak rem.

"Hasil olah TKP ini tidak bisa keluar langsung, masih menunggu waktu. Namun, analisis sementara kami, truk mengalami rem blong setelah turunan," kata Kasi Laka Lantas Subdit Keamanan dan Kesalamatan Lalu Lintas Ditlantas Polda Jateng, Kompol I Ketut Sudana, saat di lokasi olah TKP.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Banyak Kecelakaan Konstruksi, Direksi Waskita Karya Bakal Dirombak

Setelah melalui turunan flyover, kata dia, jalan terus menurun hingga panjang sekitar 2 kilometer.

Titik truk menabrak lima motor dan satu pikap serta dua rumah itu berada di titik akhir turunan di Desa Pagojengan tersebut.

"Di sini turunannya tidak curam, landai namun panjang," jelasnya.

Ia menjelaskan, selain mengalami rem malfungsi, truk juga mengalami pecah ban depan sebelah kanan.

Diduga, ban pecah itu tidak kuat menahan beban truk.

"Beban truk yang diduga overload juga menjadi penyumbang penyebab kecelakaan ini. Makanya, kami mengingatkan agar truk tidak membawa beban berlebihan," tegasnya.

Ia menandaskan kepada pihak terkait agar mengaktifkan kembali jembatan timbang yang berada di jalur tengah Jateng jalan nasional tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas