Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Besar Probosutedjo Sewa Ratusan Springbed untuk Menginap Pelayat

Ratusan springbed tersebut di tempatkan di rumah Probosutedjo di Dusun Kemusuk yang berjarak sekira 50 meter dari tempat pemakaman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Keluarga Besar Probosutedjo Sewa Ratusan Springbed untuk Menginap Pelayat
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ratusan springbed yang disewa pihak keluarga diletakkan di rumah Probosutedjo di Dusun Kemusuk, Bantul 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Menyambut kedatangan keluarga besar dan para pelayat yang ikut serta mengiring jenazah Probosutedjo ke tempat peristirahatan terakhir, keluarga besar Probosutedjo menyewa ratusan springbed.

Ratusan springbed tersebut di tempatkan di rumah Probosutedjo di Dusun Kemusuk yang berjarak sekira 50 meter dari tempat pemakaman.

Edukator Musium Jenderal Besar HM Soeharto, Yanti Maryanti saat ditemui di Rumah Probosutedjo, mengatakan, ratusan springbed itu nantinya akan ditempatkan di rumah Probosutedjo untuk menampung keluarga besar yang datang ke Yogyakarta.

"Tadi kita sewa 150. Sekarang datang 50 lagi. Jadi total ada 200 unit (Springbed),"terangnya.

Harga sewa satu unit springbed, dikatakan Yanti seharga Rp 50 ribu.

Springbed tersebut sengaja disewa keluarga, lantaran rumah Probosutedjo di Dusun Kemusuk ini belum memiliki fasilitas memadai untuk menampung sanak famili, para pelayat dan keluarga besar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rumah ini (di Kemusuk) kan baru. Belum ada apa-apanya. Jadi kita sewa springbed untuk keluarga besar yang datang menginap," ungkapnya.

Yanti menjelaskan, ratusan springbed tersebut disewa selama tiga hari yang direncanakan akan digunakan sebagai tempat istirahat keluarga dan para pelayat yang menginap.

Selain rumah di Kemusuk, keluarga besar yang ikut serta ke Yogya juga nantinya akan diarahkan menginap di Museum Jenderal Besar HM Soeharto dan di ndalem Polowijan.

"Nantinya akan banyak keluarga yang menginap. Karena setelah dimakamkan, keluarga akan menggelar tahlilan selama tiga hari atau nanti bisa 7 hari," ungkap dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas